Jl. Sutera Tiara 3 No.20, Alam Sutera, Tangerang, Banten 15143
08111009933 - 081959009933

History

Asal Usul Kata Nishikigoi

Nishikigoi merupakan bahasa jepang untuk ikan koi. Kata ini terbentuk dari gabungan kata nishiki yang artinya berwarna-warni dan goi yang berarti ikan mas (ikan karper). Dalam penulisan jepang, kata koi juga mengartikan kemurnian dan cinta. Oleh sebab itu, ikan koi bisa juga diartikan dengan ikan yang mempunyai garis rapi di kedua sisi badannya atau ikan yang menghadirkan cinta dan keberuntungan serta mempunyai nilai seni yang tinggi.

Sebelum kata nishikigoi ditemukan, orang-orang menyebut ikan ini dengan nama yang berbeda-beda. Sebagai contoh, ada yang menamainya dengan Hanagoi (ikan mas yang berwarna seperti bunga), Mayogoi (ikan mas yang memiliki corak indah), Echigo No Kawarigoi (ikan mas yang unik dari daerah Echigo), Madarigoi (ikan mas yang bertutul-tutul), dan Irogoi (ikan mas yang berwarna menarik).

Selanjutnya, nama Nishikigoi digunakan oleh seorang peneliti di Pusat Penelitian Perikanan Niigata yaitu Kei Abe. Dia menggunakan sebutan Nishikigoi untuk menunjuk ikan koi jenis Taisho Sanshoku yang dibudidayakannya di kawasan Takezawa Mura pada 1918.

Ada dua peristiwa yang menyebabkan kata Nishikigoi menyebar luas. Peristiwa pertama adalah ketika seorang kapten tengah mengunjungi Pusat Pembenihan Koi di Niigata setelah perang dunia kedua. Dia merasa tidak nyaman dengan kata irogoi yang biasa dipakai oleh peneliti di sana. Hal ini karena irogoi dalam bahasa jepang bisa berkonotasi negatif. Akhirnya, dia pun lebih memilih kata Nishikigoi dan memperkenalkannya ke publik.

Peristiwa kedua adalah saat seorang kepala tentara sekutu bernama Francis Burgoa meninjau pusat pembenihan koi di Yamakoshi setelah perang dunia kedua. Dia lantas menyebarkan sebutan ini ke sekutu-sekutu yang lainnya.

Menurut legenda China, penguasa Kerajaan Lu pernah menghadiahkan ikan koi sebagai kado kelahiran anak pertama Kaisar Kong Zi pada 533 SM. Konon, ikan yang dihadiahkan ini merupakan ikan mas yang saat ini kita sebut dengan ikan koi.

Sedangkan cerita rakyat Jepang pernah mengisahkan bahwa ikan ini digunakan Kaisar Kejkou untuk menaklukan hati anak perempuan Pangeran Yasakairihiko Otohime pada 94 M. Dari sinilah masyarakat Jepang lantas menyebutnya sebagai koi yaitu ikan yang digunakan oleh Sang Kaisar untuk mencuri hati pujaannya.

Bagaimana Ikan Koi Bisa Sampai ke Jepang?

Aktor utama yang memperkenalkan ikan koi ke Jepang tidak lain adalah penduduk China sendiri. Sekitar awal abad ke-17, banyak petani China yang bermigrasi ke Jepang dan membawa ikan ini sebagai bekal untuk dikonsumsi.

Kemudian, penduduk Jepang, terutama masyarakat di Pegunungan Ojiya, Niigata, mulai tertarik untuk ikut membudidayakan ikan koi. Masyarakat di sini memelihara ikan koi ketika musim panas. Saat musim dingin, seluruh daerah di sini akan tertutup salju. Sehingga sebelum musim dingin tiba, ikan-ikan koi harus segera diolah terlebih dahulu.

Awal Mula Ikan Koi Menjadi Ikan Hias

Selama bertahun-tahun penduduk Jepang mengembangbiakan ikan koi, barulah mereka sadar ikan ini mempunyai nilai estetika yang tinggi. Keindahan ini mereka jumpai saat tanpa sengaja ditemukan ikan koi berwarna merah dengan corak biru muda. Selanjutnya, berbagai persilangan pun mulai galak dilakukan untuk menghasilkan ikan-ikan koi yang bercorak sangat indah.

Budidaya ikan koi untuk keperluan ikan hias mulai serius digeluti di Jepang sekitar tahun 1820-1830. Mereka mulai memeliharanya di kolam ikan yang sudah dibuat khusus di perkebunan.

Jenis-jenis Ikan Koi Mulai Bermunculan

Pada tahun 1804-1829 ditemukanlah jenis ikan koi yang pertama kali yaitu ikan koi bunka. Ikan ini memiliki ciri khas berupa warna merah di kedua pipinya. Ketika koi bunka ini disilangkan dengan ikan koi berwarna putih polos, maka hasilnya berupa anakan ikan koi bertubuh putih dengan perut merah. Ikan ini lantas dinamakan koi bunsei.

Jenis ikan koi berikutnya kemudian muncul pada 1830-1843 yang dikenal dengan nama ikan koi tenpo. Ciri-ciri ikan ini adalah tubuh koi berwarna putih dengan corak merah di bagian dahi, pipi, dan bibirnya.

Barulah pada tahun 1870, ikan koi kohaku berhasil ditemukan dan sampai saat ini menjadi primadona dari segala jenis ikan koi. Ciri khas dari kohaku adalah badannya berwarna putih dengan corak berwarna merah menyala.

Selanjutnya pada tahun 1900 ada upaya persilangan ikan koi berwarna hitam dengan ikan kohaku. Hasil persilangan berupa anakan koi berwarna merah putih dengan corak hitam. Ikan koi ini kemudian diberi nama sanke/sanshoku.

Pada tahun 1904, Jerman memberikan hadiah kepada Jepang berupa ikan mas dengan tekstur yang unik. Ikan koi yang diturunkan dari ikan mas khas Jerman tersebut lantas dinamakan doitsugoi

Sekitar tahun 1910, ikan koi shiroutsiri berhasil diciptakan. Ikan ini mempunyai warna tubuh putih dengan corak hitam. Tidak berselang lama, muncul lah ikan koi jenis kinutsuri dengan warna kuning hitam.

Kemudian pada tahun 1927, ikan koi showa diperkenalkan ke publik. Berbeda dengan jenis-jenis sebelumnya yang hanya terdiri dari dua warna, ikan koi showa memiliki kombinasi warna merah, putih, dan hitam.

Tahun 1946 ikan koi berwarna kuning mulai banyak dikembangkan. Di Jepang, ikan ini sering disebut ikan koi ogon. Minat yang tinggi terhadap ikan koi berwarna kuning ini, lantas melahirkan jenis ikan koi baru berwarna metalik.

Pada akhirnya, ikan koi menjadi suatu komoditi bisnis yang sangat besar. Banyak orang yang tertarik bergelut di bidang ini karena melihat keuntungannya yang begitu besar dan potensi pasar peminatnya tidak pernah surut.

Sampai saat ini, telah ditemukan 16 jenis ikan koi yang akan kami bahas pada artikel selanjutnya. Dari berbagai jenis ikan koi ini, ikan yang saat ini menjadi primadona adalah ikan koi kohaku (tubuh putih pola merah), sanke (tubuh merah putih pola hitam), dan showa (tubuh hitam pola merah putih).

Masuknya KOI ke Indonesia

Pada tahun 1962, Pangeran Akihito bersama Putri Michoko menyempatkan diri berkunjung ke Bogor dan melihat ikan emas Indonesia dari ras Kumpay. Ikan emas yang nama latinnya sama dengan ikan karper Jepang ini dari varietas Flavipinnis.

Akihito berkeinginan menyilangkan ikan emas Indonesia dengan ikan karper Jepang. Dan pada tahun 1980, Balai Penelitian Ikan Air Tawar Bogor mengirim ke Jepang sekitar 60 ekor ikan emas ras Kumpay yang berumur enam bulan. Hasilnya, yang di bawa ke Indonesia kembali pada tahun 1991 ada lima macam koi silangan dengan lima macam kominasi warna.  Ke lima macam koi itu masing-masing Starin sanke (memiliki tiga warna), Kohako (putih dan merah), Asagi (warna punggung biru dan perutnya putih), Shusui (mirip Asagi, tetapi punggungnya bersisik), dan platinum. Semuanya memiliki jumbai ekor dan sirip perut yang panjang, yang tidak dimiliki koi asli Jepang.

 

error: Content is protected !!
WhatsApp us