Jl. Sutera Tiara 3 No.20, Alam Sutera, Tangerang, Banten 15143
(081) 11-00-99-33

Teknik Mengobati Ikan Sakit

Ikan sakit adalah hal yang sering dijumpai dalam proses memelihara KOI, umumnya pehobi menggunakan kebiasaan atau informasi yang banyak tersedia di jagat maya.  Sebelum melakukan treatment pengobatan sebaiknya kita wajib mengetahui hal-hal yang penting agar tidak membahayakan ikan tersebut.

 

Proses pemberian pengobatan kepada ikan sakit ada beberapa cara antara lain

  1. Melalui pemberian ke air (perendaman) dibagi menjadi
    • Metode Pencelupan (Dip method), dalam teknik ini, larutan kimia/obat dengan konsentrasi pekat dimasukan kedalam tangki kemudian ikan dicelupkan ke dalam larutan selama beberapa detik.
    • Metode Dimandikan (Bath method), metode ini yang paling umum digunakan dimana ikan ditaruh dalam tanki berisi obat dalam jangka waktu tertentu.  Ikan yang terjangkit banyak penyakit luar (parasit, jamur dan bakteri) dapat diobati dengan metode ini.   Dari lamanya waktu dam konsentrasi yang digunakan metode ini dibagi menjadi 3 cara yaitu
      • Dip Bath (singkat), kurang dari 1 menit
      • Short Bath (Jangka pendek) yaitu selama 1 menit sampai 1 jam.
      • Prolonged Bath (Jangka panjang) yaitu selama beberapa jam sampai satu hari.
  2. Pemberian secara oral, umumnya obat dicampur dengan pakan
  3. Melalui Injeksi secara individual, cara ini dibagi menjadi Injeksi lapisan kulit Subcutan (S/C), Injeksi melalui jaringan otot  (I/M) dan injeksi melalui jaringan lunak (I/P)

 

Batas aman penggunaan berbagai obat-obatan

  1. Garam:   Garam adalah salah satu obat yang paling umum digunakan dalam budidaya ikan. bahkan, kadang-kadang disebut sebagai aspirin akuakultur. Banyak bentuk garam yang digunakan antara lain NaCl dan MgSO4.  Natrium klorida (NaCl) dapat mengobati banyak parasit eksternal sedangkan garam epsom (MgSO4) digunakan untuk menghilangkan stres selama penanganan dan pengangkutan.  Metode aplikasi, konsentrasi dan durasi aplikasi tergantung pada penyakit, spesies dan berat. ikan.
  2. Formalin: Formalin digunakan sebagai perawatan perendaman jangka pendek atau panjang untuk mengendalikan infeksi parasit eksternal pada ikan. Formalin sangat efektif melawan sebagian besar protozoa, serta beberapa parasit yang lebih besar seperti trematoda monogenetik. Formalin membunuh parasit pada insang, kulit, dan sirip.   Formalin bukan untuk pengobatan infeksi bakteri atau jamur eksternal.   Aplikasi formalin untuk perendaman jangka panjangan digunakan dosis 15 sampai 25 mg/L .  Untuk perendaman jangka pendek : dosis 250 mg/L selama 30-60 menit. Ketika suhu air meningkat konsentrasi formalin harus diturunkan.
  3. Malachite green: Digunakan untuk pengobatan banyak protozoa eksternal dan infeksi jamur.   Diberikan dengan konsentrasi 0,1 ppm di kolam atau akuarium dengan interval tiga atau empat hari. Untuk perendaman jangka pendek gunakan 2 ppm selama satu jam.
  4. Acriflavine: Digunakan dalam pengobatan ikan yang terkena protozoa, cacing kulit dan insang, busuk sirip dan kondisi jamur. Konsentrasi 0,2 mg/liter selama tiga hari dan diulang jika diperlukan. Kerugian dari acriflavine, tidak larut dalam air yang mengandung garam dan fitotoksik.
  5. Pottasium permanganat: Penggunaan Potassium permanganat yang benar dapat secara efektif mengendalikan banyak agen bakteri, parasit, dan jamur sebelum infeksi sistemik terjadi Untuk sebagian besar ikan, Potassium permanganat  diberikan pada konsentrasi 2mg/L sebagai rendaman jangka panjang (minimum 4 jam) dalam sistem air tawar atau air asin.
  6. Antibiotik: Antibiotik digunakan secara luas dalam budidaya ikan dalam pengobatan penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Dosis antibiotik selama 5 sampai 10 hari dengan dosis sesuai dengan tabel berikut:

Antibiotics

Lewat Air

Lewat Pakan

Oxytetracycline

10-100mg/L

70 mg. / kg ikan / hari

Erythromycin

4-8 mg/L

90 mg/ kg ikan / hari

Chloramphenicol

10 mg/L

80 mg / kg ikan / hari

Sulphadimidine

0.025 mg/L

?

Penicillin

8000-12000 U.I/L

50 mg/ kg ikan / hari

 

Hal yang harus diperhatikan jika kita melakukan pengobatan menggunakan air

  1. Jangan memberi makan ikan selama 24 jam sebelum perawatan, dan selama perawatan.
  2. Gunakan wadah/ember plastik untuk mencampur obat.
  3. Perhitungan dosis yang akurat.
  4. Lakukan perawatan pada pagi hari ketika suhu paling rendah.
  5. Melakukan uji coba perlakuan pada beberapa ikan sebagai kontrol sebelum melakukan perlakuan dalam skala besar.
  6. Awasi ikan terus menerus selama perawatan.
  7. Ulangi perawatan hanya jika benar-benar diperlukan.

 


Referensi

  • Noga, Edward J | 2010 | “Fish Desease-Diagnosis and Treatment” | US: Wiley-Blackwell 
  • Helen E. Roberts, DVM; Brian Palmeiro,VMD, DACVD; E. Scott Weber III,VMD, MSc | 2009 | “Bacterial and Parasitic Diseases of Pet Fish” | US: Elsevier Saunders 

Editor: Drajat, admin@koiart.net  | Created: 24/11/2018 | Last Update: 24/11/2021 |

Copyrights(C), koiart.net

Comments are closed.

error: Content is protected !!
WhatsApp us