Jl. Sutera Tiara 3 No.20, Alam Sutera, Tangerang, Banten 15143
(081) 11-00-99-33

Koi Sleeping Desease (KSD)


Resiko Kematian

■■■■■■■■■■■■■■■ : Rendah


Deskripsi

Penyakit ini sering ini pertama kali dijumpai di Jepang pada tahun 1974, kemudian menyebar keseluruh penjuru dunia dengan cepat. Sympton penyakit ini berupa ikan malas sering rebahan didasar kolam, kehilangan nafsu makan dengan gejala mata cekung.
Penyakit ini juga menyebabkan infeksi sekunder berupa kerusakan insang, atau luka dibadan. Kerusakan insang ini yang menyebabkan kemampuan ikan menyerap oksigen terganggu sehingga ikan menjadi mudah tertidur.
Penyakit ini sering muncul ketika ikan diangkat dari kolam tanah ke kolam beton atau sebaliknya terutama pada musim hujan atau dingin dengan temperatur 15-25°C.
Penyakit ini hanya menyerang ikan koi (Cyprinus Carpio) diusia muda (juvenile), dan virus ini tidak menginfeksi manusia.

Agen Penyebab

Penyebab penyakit ini adalah virus CEV (Carp Edema Virus) yang replikasinya sangat cepat terutama dibagian insang sehingga warna insang menjadi pucat.


Faktor Penyebab

Penyebab munculnya penyakit ini adalah faktor stress yang disebabkan oleh temperatur atau stress selama proses transportasi.


Cara Penularan

Penularan penyakit ini cukup cepat melalui media air itu sendiri, dapat menularkan 100% ikan dalam satu tank dalam waktu 1 jam.
Parasit jenis flukes juga menjadi media penyakit ini.

Masa Inkubasi   

Tidak memerlukan waktu inkubasi


Gejala Klinis

Symtom Fisik:

  • Pembengkakan insang dan warna pucat.
  • Mata cekung (sunken eyes)
  • Sisik kemerahan
  • Luka pada badan

Symtom Perilaku:

  • Ikan banyak rebah didasar kolam

Diagnosa Penyakit

  1. Melalui Pengalaman pada kasus sebelumnya
  2. Gejala klinis/symptom yg muncul.
  3. Pemeriksaan microscopis pada epitel insang ikan yang terjangkit

Pengendalian dan Pengobatan

Segera melakukan karantina ikan yang terjangkit dalam satu tempat dengan sistem sirkulasi terpisah dengan kolam ikan yang sehat.
Segera angkat atau singkirkan ikan terjangkit yang mati sesegera mungkin untuk mencegah transmisi penularan.
Pengobatan dapat dilakukan dengan merendam ikan pada larutan garam 5% atau 5gr/L dengan menjaga temperatur 30°C keatas.
Berikan obat-obatan yang sesuai jika muncul infeksi sekunder.

Tindakan Pencegahan

  • Jaga temperatur kolam diatas 25°C dan hindari stress akibat swing temperatur.
  • Beri antiseptik jika melakukan transportasi jarak jauh.
  • Gunakan lampu UV untuk menekan pertumbumbuhan virus.

Rekomendasi Produk

 


Referensi

  • Noga, Edward J | 2010 | “Fish Desease-Diagnosis and Treatment” | US: Wiley-Blackwell 

Editor: Drajat, admin@koiart.net  | Created: 18/05/2018 | Last Update: 14/11/2021 |

Copyrights(C)koiart.net

Comments are closed.

error: Content is protected !!
WhatsApp us