Jl. Sutera Tiara 3 No.20, Alam Sutera, Tangerang, Banten 15143
(081) 11-00-99-33

Total Dissolved Solids (TDS)

Bagi para pehobi istilah TDS (Total Dissolved Solids) sudah tidak asing lagi, hampir semua pernah melakukan pengukuran parameter tersebut dengan menggunakan TDS meter, namun tidak banyak yang memahami mamfaat pengukuran tersebut.   Beberapa beranggapan bahwa semakin rendah TDS semakin baik dan beberapa beranggapan bahwa TDS mempengaruhi warna pada varian KOI tertentu, pendapat tersebut tidak sepenuhnya benar untuk itu coba kita lihat uraian dibawah ini.

TDS mengukur semua kandungan materi organik dan non organik yang terlarut didalam air, termasuk didalamnya garam.  Pengertian materi terlarut adalah materi yang berukuran lebih kecil dari 2 micron meter sedangkan yang berukuran lebih besar dianggap tersuspensi atau TSS (Total Suspended Solid).  Materi yang terlarut bersumber dari berbagai sumber antara lain

  1. Materi Hardeness
      • General Hardness : unsur senyawa yang mengandung Mg dan Ca (Kation)
      • Carbonate Hardness (KH): unsur senyawa yang mengandung CO3/HCO3 (anion)
  2. Materi Non Hardness (Logam)
      • Unsur kation divalen lain yang tidak mempengaruhi hardness
  3. Materi Organik (Dissolved Organic Matters)
      • Materi yang berasal dari limbah kotoran ikan, tumbuhan dan jasad renik yang mati, sisa pakan dan marei organik lainnya.
  4. Garam

Secara sederhana TDS dapat digambarkan sebagai berikut,

Dari gambar diatas maka dapat disimpulkan:

TDS = KH + GH + DOM + Logam + Garam

Dalam prakteknya unsur logam jarang diperhitungkan karena jarang ditemukan dan jumlahnya sangat kecil, dan unsur garam dapat diabaikan jika kita tidak menggunakan garam dikolam.  Nilai TDS umumnya didefinisikan dalam satuan ppm (part permilion)

Semakin tinggi TDS kurang baik untuk kolam untuk menurunkannya diperlukan peralatan penyaringan khusus yaitu menggunakan membran River Osmosis (RO) yang biayanya cukup mahal.  TDS yang terlalu rendahpun tidak baik untuk parameter kolam karena kolam membutuhkan KH (alkalinitas) untuk mempertahankan PH serta mineral (GH) yang diperlukan untuk sistem metabolisme ikan.  TDS yang baik sebaiknya harus dikendalikan hanya mengandung unsur-unsur yang diperlukan oleh ikan saja sesuai dengan uraian berikut,

 

Korelasi TDS dengan KH

Carbonate Hardness (KH) sering disebut PH buffer atau alkalinitas yaitu mengukur jumlah ion CO3/HCO3 yang terlarut dalam air dengan satuan dKH.  Semakin tinggi KH maka semakin tinggi nilai TDS.  Nilai KH yang disarankan adalah berkisar antara 6-10 dKH yang jika didefinisikan dalam ppm sebesar 100-180 ppm, sehingga dalam TDS sebaiknya mengandung minimal 100 ppm unsur karbonat.

 

Korelasi TDS dengan GH

General Hardness mengukur jumlah mineral  Mg dan Ca yang terlarut dalam air, semakin tinggi GH semakin tinggi TDS.   Mineral sangat diperlukan oleh ikan dalam proses metabolic sel untuk pertumbuhan dan warna, nilai GH yang disarankan untuk kolam berkisar antara 4-14 dKH atau setara dengan 70-250 ppm, sehingga diperlukan kandungan mineral dalam TDS minimal sebesar 70 ppm.

 

Korelasi TDS dengan DOM

Dissolved Organic Matters (DOM) mengukur jumlah materi organik yang terlarut dalam air, materi tersebut berasal dari kotoran ikan, sisa pakan atau tanaman/jasad renik yang mati, semakin tinggi DOM semakin tinggi TDS dan semakin keruh air.  Besarnya nilai DOM sangat tergantung dengan keberadaan bakteri pengurai (heterotrophic bacteria) dan sistem filter mekanis dari kolam.   Kolam yang ideal disarankan mengandung tidak lebih 20 ppm kandungan DOM.

 

Korelasi TDS dengan Garam

Konsentrasi garam memiliki efek langsung menikan nilai TDS karena garam dapat seluruhnya larut dalam air, sehingga pemberian garam sedikit saja akan berdampak besar pada kenaikan nilai TDS.  Dalam kondisi normal air tawar memiliki kandungan garam 0-0,05% atau setara dengan 0-500 ppm, umumnya dikisaran 50 ppm (tergantung lokasi geografis).

 

Korelasi TDS dengan PH

Tidak ada korelasi antara perubahan nilai PH dengan GH, namun dalam kasus khusus dimana kita menggunakan asam kuat (misal Phosporic Acid) untuk menurunkan PH akan berdampak kepada naiknya TDS namun itu hanya bersifat sementara.

 

Nilai Ideal TDS

Dengan uraian diatas maka nilai TDS tidak memiliki arti jika tidak mengandung unsur-unsur yang diperlukan oleh ikan KOI, namun demikian berdasarkan uraian tersebut diatas dapat ditetapkan bahwa nilai TDS yang baik berkisar antara 200-300 ppm dengan kandungan proporsi materi terlarut memenuhi syarat GH dan KH.  Dengan demikian untuk menentukan nilai TDS yang baik tidak cukup hanya ansih mengukur TDS saja melainkan juga harus mengukur GH dan KH dari kolam.

Dalam kehidupan sehari-hari nilai TDS juga digunakan untuk mengatur standar aman kualitas air minum seperti diterangkan oleh gambar dibawah ini,


Referensi:

  1. Phyllis K. Weber-Scannell ; Lawrence K. Duffy | 2007 | “Effects of Total Dissolved Solids on Aquatic Organisms:A Review of Literature and Recommendation for Salmonid Species” | American Journal of Environmental Sciences 3 (1): 1-6
  2. Nathan M. Stone ; Hugh K. Thomforde | 1977 | “Understanding Your Fish Pond Water Analysis Report” | Cooperative Extention Program, University of Arkansas

Editor: Drajat W  | Created: 12/04/2021 | Last Update: 12/04/2021 |

Semua pertanyaan atas artikel ini silahkan disampaikan melalui Forum website ini dengan link: Artikel: “Total Dissolved Solid (TDS)” – Parameter air kolam KOI – KOI ART Forum


 

Comments are closed.

error: Content is protected !!
WhatsApp us