Jl. Sutera Tiara 3 No.20, Alam Sutera, Tangerang, Banten 15143
(081) 11-00-99-33

Mengenal Lebih Dekat Parasit Pada Ikan

Parasit adalah mahluk yang mengambil keuntungan dari inangnya dalam hal ini adalah ikan KOI, jadi parasit sangat merugikan dan menyebabkan penyakit yang berujung dengan kematian ikan,   Keberadaan parasit pada kolam KOI tidak bisa dihindari karena banyaknya vektor atau hewan perantara pembawa parasit, yang bisa kita jaga adalah populasi parasit tersebut tidak meledak.    Selama sistem immune ikan baik keberadaan parasit dapat dihalau oleh ikan dimana seluruh permukaan tubuh ikan dilapisi lapisan kutikula yang bersifat anti pathogen (organisme pembawa penyakit), ketika lapisan tersebut hilang maka pathogen/parasit dengan mudah menginfeksi ikan.

Bagi pehobi yang baru memulai memelihara KOI pada umumnya belum dapat membedakan mana ikan yang terjangkit parasit atau terinfeksi penyakit sehingga tindakan pengobatan yang dilakukan kurang tepat sasaran dan tidak mengurangi wabah yang terjadi.   Kematian ikan akibat parasit pada umumnya terjadi dikarenakan terlambat melakukan treatment sehingga ikan mati karena timbulnya infeksi sekunder atau kerusakan organ vitalnya.   Treatment parasit pada umumnya berupa antiseptik ringan sampai keras untuk eksternal parasit dan anti germicidal untuk internal parasit.

Parasit akan berkembang biak dengan cepat pada lingkungan yang buruk sebaliknya pada lingkungan tersebut ikan mengalami stress yang mengakibatkan sistem immune nya menurun sehingga ikan dengan mudah terinfeksi.   Lingkungan yang buruk biasanya berupa,

  1. Kepadatan ikan yang tinggi.
  2. PH yang terlalu rendah (dibawah 6)
  3. Kadar TAN (Total Ammonium Nitrogen) yang tinggi.
  4. Kadar udara terlarut (Dissolved Oxygen) rendah.
  5. Temperatur yang terlalu rendah atau terlalu tinggi.
  6. Sanitasi yang buruk.

 

Jenis Parasit

Dari tempat keberadaannya parasit yang menyerang ikan KOI digolongkan menjadi,

  1. Ektoparasit: parasit yang berada ditubuh bagian luar.
  2. Endoparasit: parasit yang berada didalam tubuh ikan.

 

Berdasarkan jenisnya parasit yang menyerang ikan KOI dibagi menjadi,

  1. Jenis Protozoa: Ichthyopthirius (white spot), Chilodonela, Costia, Tricodina, Epystilis sp,
  2. Jenis Bakteri: Myxobulus Cerebralis
  3. Jenis Jamur: Saproglina, Branchiomyces,
  4. Jenis Fluke (Cacing)
    • Monogenean: Dactylogirus sp, Gyrodactilus sp
    • Digenean: Platyhelminthes (Flatworm)
    • Cestoda: Proteocephalidea (Tapeworm)
    • Nematoda: Roundworm
  5. Jenis Krustacea (Udang-udangan): Argulus (kutu bulat), Larnea (kutu jangkar), Ergasilus

 

Gambar: Bentuk bentuk Parasit dan kegawatannya

 

Pengobatan

Pengobatan ikan yang terinfeksi parasit dilakukan dengan menggunakan antiseptik dan anti parasit seperti diuraikan dibawah ini

PARASIT TARGET SYMTOM TREATMENT
Protozoa
Ichthyophthirius multifiliis Kulit/Sisik

Sirip

Insang

White Spot CuSO4: 1 mg/L @ temp min 30oC

Formalin: 25 mg/L @ 1 jam

FMG: 20 mg/L @ 1 jam

Methylene Blue 1 mg/L @ 24 jam

Costia Kulit/Sisik

Insang

Red skin

Hyperplasia

Gasping

Flashing

H2O2: 6.5 mg/L

FMG: 20 mg/L @ 1 jam

Chilodonela sp Kulit/Sisik

Insang

Lendir berlebih warna kusam

Gasping

Flashing

Lethargic

FMG: 20 mg/L @ 1 jam

Potassium Permanganat: 2mg/L

 

Tricodina sp Kulit/Sisik

Sirip

Insang

Gasping

Flashing

Red skin

Formalin: 20 ml/m3 @ 1 jam

FMG: 20 mg/L @ 1 jam

Methylene Blue 3 mg/L @ 24 jam

Myxobulus Insang Benjolan di insang, Operculum menutup tdk sempurna Belum ada obat yang efektif, dapat dicoba

Formalin: 25 mg/L @ 1 jam

FMG: 20 ml/m3 @ 1 jam

Oodium sp Kulit/Sisik Velvet

Warna keruh

Flashing

CuSO4: 1 mg/L

Acriflavine 0,4 mg/L

Epystilis sp Kulit/Sisik

Sirip

Insang (rare)

Mata

Luka pada kulit

Cloudy eye

Flashing

Larutan Garam 3% @ temp min 30oC

Acriflavine 0,4 mg/L

Fungus (Jamur)
Saproglina Kulit/Sisik

Kepala

Mulut

Busuk sirip

Cotton wool

H2O2: 500-1000 mg/L @ 15 menit

Acriflavine 0,4 mg/L

Branchiomyces Insang Operculum menutup tdk sempurna.

Gasping

Belum ada obat yang efektif, tetapi dapat dicoba

FMG: 20 ml/m3 @ 1 jam

 

Fluke (Cacing)
Dactylogirus sp Insang Insang berwarna putih

Gasping

Lethargic

Praziquantel: 2.5 ng/L @ 24 jam

H2O2: 300-560 mg/L @ 10 menit

FMG: 20 mg/m3 @ 1 jam

Gyrodactilus sp Kulit/Sisik Luka di badan

Kurus

Lethargic

 

Praziquantel: 10-20 mg/L @1-3 jam

H2O2: 300-560 mg/L @ 10 menit

FMG: 20 ml/m3 @ 1 jam

Round Worm Usus

Internal organ

Swim Bladder

Muscle

Kurus

Kepala besar

Lethargic

Fenbendazole: 2,5 g/Kg pakan

Levamisole: 2 mg/L @ 24 jam

Praziquantel: 2.5 ng/L @ 24 jam

Tape Worm Usus

Organ dalam

Kurus

Kepala besar

Lethargic

Fenbendazole: 2,5 g/Kg pakan

Albendazole: 2 g/Kg Pakan

Praziquantel: 2.5 ng/L @ 24 jam

Crustacean
Lernaea spp Kulit/Sisik Spot merah

Flashing

Lompat

Diflubenzuron: 0.13 mg/L

Trichlorfon: 0.25-0.50 mg/L

Argulus Kulit/Sisik Bentol merah

Flashing

Lompat

Diflubenzuron: 0.13 mg/L

Trichlorfon: 0.25-0.50 mg/L

Praziquantel: 2.5 ng/L @ 24 jam

Ergasilus Insang Gasping

Lethargic

Potassium Permanganat: 2mg/L

FMG: 20 ml/m3 @ 1 jam

 

Note: Pilih salah satu saja cara pengobatannya dan tidak dapat digabungkan.


Referensi

  1. Roy P. E. Yanong, VMD ; Ruth Francis-Floyd, DVM, MS, DACZM | 2015 | “Parasitic Diseases in Aquaculture” | MSD Veterinary Manual |
  2. Edward J. Noga, M.S., D.V.M. | 2010 | “Fish Desease, Diagnosis and Treatment” | Wiley-Blackwell |
  3. Esti Handayani Hardi | 2015 | “Parasit Biota Akuatik” | Mulawarman University Press|
  4. Bernice Brewster BSc (Hons.) | 2016 | “Aquatic Parasite Information – a Database on Parasites of Freshwater and Brackish Fish in the United Kingdom” |  A thesis submitted to Kingston University London |
  5. Iyaji, F. O. ;  Eyo, J. E. | 2008 | “Parasites and their Freshwater Fish Host ” | Bio-Research, 6(1): 328 – 338 : Department of Zoology, University of Nigeria |
  6. Gregory A. Lewbart, MS, VMD, Dipl. ACZM | 2002 | “Koi Medicine” | SAVMA Symposium
  7. Remedios B. Bolivar ; Michael Angelo D. Aragones ; Gemerlyn G. Garcia | “EFFECT OF METHYLENE BLUE AND SODIUM CHLORIDE ON THE BACTERIAL LOAD IN THE TRANSPORT WATER WITH NILE TILAPIA (Oreochromis niloticus L.) FINGERLINGS” | Freshwater Aquaculture Center-College of Fisheries, Central Luzon State University,
    Science City of Muñoz, Nueva Ecija 3120, Philippines |

Editor: Drajat W  | Created: 23/02/2021 | Last Update: 24/02/2021 |

Semua pertanyaan atas artikel ini silahkan disampaikan melalui Forum website ini dengan link: Artikel: “Mengenal Lebih Dekat Parasit Pada Ikan” – Penyakit ikan KOI – KOI ART Forum  


 

Comments are closed.

WhatsApp us