Jl. Sutera Tiara 3 No.20, Alam Sutera, Tangerang, Banten 15143
(081) 11-00-99-33

Parameter air ideal untuk kolam KOI

KOI tergolong ikan air tawar hidup dikawasan beriklim sedang (13-31  oC), walaupun merupakan ikan air tawar ikan KOI dapat juga hidup diperairan air asin dengan kadar garam yang tidak terlalu tinggi (maksimum 0,5%).   Walaupun ikan KOI memiliki rentang parameter lingkungan hidup yang lebar namun pada dasarnya KOI sangat rentan terhadap perubahan parameter yang mendadak hal ini disebabkan karena KOI tergolong mahluk berdarah dingin yang suhu tubuhnya mengikuti suhu lingkungannya.

Ikan KOI tergolong ikan pemakan segala (Omnivora) di habitat aslinya ikan KOI hidup di sungai dan danau berarus tenang dengan pakan alami berupa serangga air, udang-udangan (crustacea), tanaman dan alga, setelah tumbuh dewasa KOI juga memakan hewan yang ukurannya lebih besar lagi.  Ikan KOI yang hidup dialam bebas secara alamiah tumbuh dengan baik karena didukung dengan ekosistem yang baik.    Ikan KOI dapat dipelihara di kolam dengan syarat kita harus membuat ekosistem buatan yang memiliki  parameter airnya tidak berbeda jauh dengan ekosistem alami.

Dalam ekosistem kolam atau ekosistem tertutup air disirkulasi melalui filter secara terus menerus sehingga parameter air harus selalu terjaga tetap ideal untuk hidup ikan KOI juga kehidupan biota lainnya yang memiliki peran dalam ekosistem tersebut.   Parameter air kolam sangat menentukan pertumbuhan dari ikan KOI yang hidup didalamnya.   Parameter yang harus kita perhatikan jika kita memelihara KOI dalam kolam (system tertutup) antara lain,

  1. Temperatur
  2. Kadar Oksigen terlarut (DO)
  3. Konsentrasi TAN (Total Ammonium Nitrogen)
  4. Konsentrasi Ammonia (Unionized NH3)
  5. Konsentrasi Nitrit (NO2)
  6. Konsentrasi Nitrat (NO3)
  7. Total Disolved Solid (TDS)
  8. General Hardness (GH)
  9. Karbonat Hardness (KH)
  10. Alkalinitas
  11. Konsentrasi Karbondioksida (CO2)
  12. Kadar Chlorine
  13. Kadar Garam (Salinitas)

 

Temperatur 

Temperatur atau suhu air kolam memainkan peranan penting dalam ekosistem karena dapat mempengaruhi parameter yang lain seperti daya larut oksigen (DO), derajat keasaman (PH), alkalinitas dan nilai ambang batas berbahaya dari ammonia (NH3) .   Temperatur juga memegang peranan penting dalam sistem metabolic ikan, sistem immune, juga mempengaruhi kecerahan warna dari KOI.

Ikan KOI dapat hidup normal pada rentang temperatur antara 13 – 31 oC.  Dibawah suhu 13 oC sistem metabolik dan sistem immune ikan turun drastis, sebaliknya pada temperatur tersebut metabolisma bakteri pathogen seperti bakteri aeromonas pada tingkat optimum sehingga ikan akan mudah terserang penyakit.            Pada suhu diatas 31 oC system metabolik ikan mulai menurun drastis selain itu pada temperature tersebut daya larut oksigen ke air rendah sehingga ikan akan cenderung malas dan rentan terhadap serangan penyakit .     Suhu yang paling ideal untuk ikan KOI hidup adalah 18 – 29 oC dan paling optimum pada suhu 25 oC karena pada rentang suhu tersebut sistem metabolik dan immune ikan pada titik optimum dan kadar oksigen terlarut juga baik pada temperature tersebut.

 

Kadar Oksigen Terlarut (DO)

Seperti halnya mahluk hidup pada umumnya KOI memerlukan oksigen dalam system respirasinya, oksigen  diserap dari air sehingga kadar oksigen yang terlarut dalam air sangat penting untuk kelangsungan hidup ikan KOI.               Kemampuan air untuk melarutkan oksigen sangat tergantung dengan temperature, tekanan udara dan salinitas air kolam, semakin tinggi temperature semakin rendah daya larut oksigen kedalam air, semakin tinggi tekanan udara semakin tinggi daya larutnya dan semakin tinggi kadar garam maka semakin rendah kemampuan air melarutkan oksigen.

Rentang oksigen terlarut dalam air yang memungkinkan ikan KOI masih dapat hidup normal adalah 4–12 ppm dan rentang nilai yang paling ideal adalah 6 – 8 ppm.    Pada DO dibawah 4 ppm KOI akan mulai stress dan kesulitan bernafas dan berangsur kehilangan kesadarannya dan mati ketika DO menyentuh angka 2 ppm.    Kadar oksigen yang terlalu tinggi diatas 9 ppm juga berbahaya untuk KOI karena dapat mengakibatkan penyakit Gas Buble Deseases yaitu munculnya butiran kecil udara dari permukaan seluruh tubuh.

 

Derajat Keasaman Air (PH)

PH menunjukan nilai tingkat keasaman air, air dikatakan netral bila PH=7 dan dibawah angka tersebut air bersifat asam sebaliknya diatas angka tersebut bersifat basa.

Ikan KOI dapat hidup pada rentang PH antara 6 – 9, jika dibawah itu ikan akan terserang penyakit acidosis sebaliknya diatas angka tersebut ikan akan terserang alkalosis.        Nilai PH  ideal yang baik untuk ikan adalah 6,8 – 7,2 karena pada rentang tersebut selain sifat air cenderung netral juga kinerja benefisial bakteri di biofilter bekerja optimum sehingga parameter air cenderung lebih baik.

Pada PH rendah dibawah nilasi 5 ikan KOI mudah terserang penyakit karena stress dan bakteri pathogen mulai bermunculan di kolam.

 

Kadar TAN (Total Ammonium Nitrogen)

TAN merupakan merupakan hasil sekresi dari ikan yang terdiri dari senyawa yang terionisasi atau Ammonium (NH4) dan senyawa yang belum terionisasi berupa Ammonia (NH3).   Kedua senyawa tersebut bersifat racun untuk KOI namun Ammonia serratus kali lebih berbahaya dari Ammonium, sehingga keberadaan Ammonia harus selalu dikontrol.     Kandungan TAN yang terlalu tinggi juga dapat merangsang munculnya parasit dan penyakit pada insang yang kronis

Ambang batas nilai TAN sangat tergantung dengan PH dan temperature kolam, namun dalam kondisi normal kadar TAN maksimal 1,5 ppm sudah dinilai cukup aman untuk KOI.   Kadar TAN diatas 5 ppm akan mengakibatkan bbiofilter tidak berfungsi.   Kadar TAN sangat  tergantung dengan nilai PH dan temperature air, uuntuk mengetahui nilai ambang batas yang diijinkan dapat dilihat pada table dibawah ini.

Tabel 1.4: Kadar TAN (Total Ammonium Nitrogen) yang diijinkan

PH Temperatur (oC)
14 16 18 20 22 24 26 28 30 32
6,0 80.03 68.77 59.23 51.11 44.19 38.29 33.24 28.91 25.19 21.99
6.2 50.50 43.40 37.34 32.26 27.89 24.17 20.98 18.24 15.90 13.88
6.4 31.87 27.39 23.59 20.36 17.61 15.26 13.24 11.52 10.04 8.76
6.6 20.12 17.29 14.89 12.85 11.12 9.63 8.36 7.28 6.34 5.34
6.8 12.7 10.92 9.40 8.12 7.02 6.08 5.28 4.60 4.01 3.50
7.0 8.02 6.89 5.94 5.13 4.44 3.85 3.34 2.91 2.54 2.22
7.2 5.07 4.36 3.76 3.24 2.81 2.44 2.11 1.84 1.61 1.41
7.4 3.21 2.76 2.38 2.05 1.78 1.54 1.34 1.17 1.02 0.89
7.6 2.03 1.75 1.51 1.30 1.13 0.98 0.85 0.75 0.65 0.57
7.8 1.29 1.11 0.96 0.83 0.72 0.63 0.55 0.48 0.42 0.37
8.0 0.82 0.71 0.61 0.53 0.46 0.40 0.35 0.31 0.27 0.24
8.2 0.53 0.45 0.39 0.34 0.30 0.26 0.23 0.20 0.18 0.16
8.4 0.34 0.29 0.26 0.22 0.20 0.17 0.15 0.14 0.12 0.11
8.6 0.22 0.19 0.17 0.15 0.13 0.12 0.10 0.09 0.08 0.07
8.8 0.15 0.13 0.11 0.10 0.09 0.08 0.07 0.07 0.06 0.05
9.0 0.10 0.09 0.08 0.07 0.06 0.06 0.05 0.05 0.04 0.04

*) Kadar NH3 maksimum 0.02 ppm

 

Kadar Ammonia (NH3)

Ammonia (NH3) bersifat racun karena sifat alkalinenya yang tinggi dimana PH nya mencapai nilai 11.    Kadar ammonia diatas 0,05 ppm dalam jangka panjang akan menimbulkan masalah pada ikan KOI dan kadar diatas 5 ppm dapat mengakibatkan kematian ikan seketika.  Kadar ammonia yang aman untuk ikan maksimal 0,02 ppm dan disarankan 0.   Karena Ammonia sangat berbahaya  dan sulit dideteksi secara visual karena tidak berwarna lakukan pemeriksaan kadar Ammonia di kolam secara berkala.

 

Kadar Nitrit (NO2)

Nitrit (NO2) adalah hasil penguraian ammonia (NH3) oleh bakteri Nitrosomonas dalam biofilter. Nitrit sangat beracun dan mematikan, jika kadar nitrit di kolam lebih dari 0,1 ppm ikan akan mulai keracunan dimana fungsi hemoglobin dalam mengangkut oksigen dalam darah tergantikan dengan methoglobin yang tidak dapat mengangkut oksigen, akibatnya darah berubah warna menjadi coklat tua sehingga pada tubuh ikan akan timbul urat merah dan ikan akan mati karena kekurangan oksigen dalam darah.

Batas maksimum kadar nitrit dikolam adalah dibawah 0,1 ppm dan diusahakan 0.   Seperti Ammonia konsentrasi Nitrit sangat berbahaya dan tidak dapat dideteksi secara visual sehingga pengukuran berkala wajib dilakukan.

 

Kadar Nitrat (NO3)

Nitrat (NO3) adalah hasil penguraian Nitrit (NO2) oleh bakteri Nitrobacter di biofilter, nitrat cenderung tidak berbahaya untuk ikan namun kadar nitrat yang terlalu tinggi membuat warna air kekuningan dan membuat warna ikan kusam terutama warna putih akan terlihat kotor.

Walaupun tidak beracun kadar nitrat di kolam disarankan tidak melebihi 180 ppm dan idealnya dibawah 50 ppm

 

Total Dissolved Solid (TDS)

Total Dissolved Solid (TDS) menunjukan banyaknya materi padat berukuran maksimal 2  micron baik organik maupun non organik yang terlarut dalam air.              Ikan KOI dapat hidup baik pada nilai TDS sampai 500 ppm dan rentang TDS yang optimum berkisar 200 – 300 ppm, dibawah nilai tersebut mengindikasikan air minim unsur mineral dan alkalinitas rendah sedang diatas nilai tersebut air terlihat lebih keruh dan cenderung membuat warna ikan KOI terlihat kusam.

TDS tidak terlalu memiliki arti untuk ikan selama kita tidak mengetahui materi apa yang terlarut dalam air dan TDS tidak mempunyai korelasi terhadap warna-warna tertentu tetapi bisa mempengaruhi kecerahan warna, semakin tinggi TDS semakin berkurang kecerahannya.     Air hujan memiliki nilai TDS rendah (5 – 30 ppm), jika terlalu banyak air hujan yang masuk ke kolam maka TDS kolam akan turun secara signifikan berakibat warna ikan terlihat lebih tajam namun memiliki resiko perubahan nilai PH yang drastis (swing PH) yang berbahaya untuk ikan KOI dan biota kolam lainnya.

 

General Hardness (GH)

Parameter ini menunjukan banyaknya mineral Calsium (Ca) dan Magnesium (Mg) yang terlarut dalam air.      Mineral ini sangat diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan sel warna pada ikan KOI.

Ambang batas yang ideal adalah 4 – 14 , nilai GH dibawah 3 dH berpengaruh pada pertumbuhan ikan, nilai diatas 21 dH juga kurang baik karena dikuatirkan air mengandung polutan atau mineral berbahaya lainnya.

 

Karbonat Hardness (KH)

Parameter KH menunjukan banyaknya unsur karbonat (CO3) yang terlarut didalam air. Unsur karbonat sangat diperlukan untuk menjaga kestabilan PH air.

Nilai yang ideal untuk KH adalah antara 6 – 10 dH, dimana nilai dibawah 3 dH air cenderung asam (soft) dan nilai diatas 17 dH cenderung basa (hard)  yang keduanya kurang baik untuk ikan.

 

Alkalinitas

Alkalinitas menunjukan kemampuan air mempertahankan PH, secara praktis alkalinitas identik dengan KH hanya berbeda satuan unitnya.

Nilai ideal untul alkalinitas adalah 100 – 150 ppm dan nilai alkalinitas dibawah 50 ppm berbahaya untuk ikan karena mudah terjadi penurunan PH signifikan secara tiba-tiba (Swing PH).

 

Kadar Karbondioksida (CO2).

Seperti halnya DO, daya larut karbon dioksida (CO2) kedalam air sangat dipengaruhi temperature dan kadar garam, walaupun efek kadar CO2 tidak terlalu berbahaya untuk ikan namun perubahan sedikit kadar CO2 dikolam akan berakibat perubahan PH pada air yang memiliki alkalinitas rendah (dibawah 50 ppm).            Kadar CO2 di kolam akan berkurang akibat terjadinya proses fotosintesis oleh phytoplankton pada siang hari yang akan mengakibatkan kenaikan nilai PH dan akan turun kembali pada saat CO2 melimpah saat malam hari , hal ini bisa ditanggulangi oleh air yang memiliki alkalinitas baik namun fatal untuk air dengan alkalinitas rendah..

Nilai kadar CO2 yang ideal adalah 5 – 10 ppm pada pagi hari dan kadar CO2 selalu berbanding terbalik dengan kadar oksigen (DO).     Secara naluriah ikan akan menghindari daerah air yang mengandung kadar CO2 lebih dari 10 ppm dan pada saat kadar CO2 lebih dari 20 ppm ikan akan mulai stress, kadar CO2 diatas 60 ppm dapat menimbulkan efek narkotik dan kematian.

 

Tabel 1.4: Konsentrasi CO2 (ppm)

PH Temperatur (oC)
0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20
6,0 0.0 60.0 X X X X X X X X X
6.2 0.0 37.9 X X X X X X X X X
6.4 0.0 23.9 47.8 X X X X X X X X
6.6 0.0 15.1 30.1 45.2 X X X X X X X
6.8 0.0 9.5 19.0 28.5 38.0 X X X X X X
7.0 0.0 6.0 12.0 18.0 24.0 30.0 36.0 X X X X
7.2 0.0 3.8 7.6 11.4 15.1 18.9 22.7 26.5 30.3 34.1 37.9
7.4 0.0 2.4 4.8 7.2 9.6 11.9 14.3 16.7 19.1 21.5 23.9
7.6 0.0 1.5 3.0 4.5 6.0 7.5 9.0 10.5 12.1 13.6 15.1
7.8 0.0 1.0 1.9 2.9 3.8 4.8 5.7 6.7 7.6 8.6 9.5
8.0 0.0 0.6 1.2 1.8 2.4 3.0 3.6 4.2 4.8 5.4 6.0
8.2 0.0 0.4 0.8 1.1 1.5 1.9 2.3 2.7 3.0 3.4 3.8
8.4 0.0 0.2 0.5 0.7 1.0 1.2 1.4 1.7 1.9 2.1 2.4
8.6 0.0 0.2 0.3 0.5 0.6 0.8 0.9 1.1 1.2 1.4 1.5
8.8 0.0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1.0
9.0 0.0 0.1 0.1 0.2 0.2 0.3 0.4 0.4 0.5 0.5 0.6

 

 

Kadar Chlorine (CL2).

Bagi yang menggunakan sumber air dari instalasi penjernihan air (PAM) untuk mengisi kolam maka parameter ini menjadi sangat penting sebab Chlorine yang digunakan sebagai desinfectan instalasi penjernihan air sangat berbahaya untuk ikan.

Walaupun ikan masih bias bertahan sampai kadar Chlorine sampai 0,5 ppm namun sangat disarankan air harus bebas dari unsur Chlorine.   Pemberian aerasi pada air yang mengandung Chlorine sebelum dimasukan kedalam kolam sangat disarankan.

Salinitas.

Salinitas menunjukan banyaknya kadar garam yang terlarut dalam air, air dapat dikategorikan tawar jika salitasnya tidak lebih dari 0,05%, air payau 0,05 – 3% dan air asin jika salinitasnya diatas 3%..  Ikan KOI tergolong ikan air tawar (fresh water) namun demikian garam dapat menekan pertumbuhan parasite juga alga sehingga kadar garam 0,5 – 3 ppt sangat ideal untuk kolam.

Kadar garam diatas 5 ppt akan mengakibatkan permasalahan pada sistem osmosis ikan KOI yang dapat mengakibatkan kematian akibat.dehidrasi.   Kadar garam juga mempengaruhi kemampuan air melarutkan oksigen, semakin tinggi kadar garam semakin rendah daya larut oksigen ke air.

Dalam beberapa kasus garam memiliki mamfaat untuk penanggulangan darurat jika terjadi swing PH dengan pemberian garam maka PH akan kembali mendekati angka 7.  Garam juga dapat digunakan untuk menanggulangi atau mengurangi dampak keracunan nitrit serta menghambat perkembangan parasit.

 

Tabel  Parameter utama air untuk hidup ikan KOI

(Data diambil dari berbagai sumber dan media dan disarikan kembali oleh penulis).

PARAMETER UNIT RENTANG HIDUP NILAI IDEAL
Temperatur oC 13 – 31 18 – 29
Dissolved Oksigen (DO) ppm 4 – 12 6 – 8
PH 6 – 9 6,8 – 7,2
Ammonia (NH3) ppm 0 – 0,05 0 – 0,02
Nitrit (NO2) ppm 0 – 0,1 0
Nitrat (NO3) ppm 0 – 200 10 – 60
Total Dissolved Solid (TDS) ppm 50 – 500 200 – 300
General Hardness (GH) dH 3 – 21 4 – 14
Carbonate Hardness (KH) dH 3 – 17 6 – 10
Alkalinitas ppm 50 – 180 100 -150
Carbon Dioxide (CO2) ppm 0 – 20 5 – 10
Chlorine (CL2) ppm 0 – 0,5 0
Salinitas ppt 0 – 5 0,5 – 3

 Konversi Unit

  • 1 ppm = 1 mg/L
  • 1 ppt = 1000 ppm = 0,1 %
  • 1 dH = 17,9 ppm

Referensi

  1. Nathan M Stone; Hugh K Thomforde | 1977 | ” Understanding Your Fish Pond Water Analysis Report” | University of Arkansas.
  2. Michael J. Timmons ; James M. Ebeling | 2010 | “Recirculating Aquaculture 2nd edition” | Cayuga Aqua Ventures
  3. Michael H. Gerardi | 2002 | “Nitrification and Denitrification in the Activated Sludge Process” | John Wiley and Sons Inc.
  4. Boby ignatius | 2010 | “Aeration, Filtration and Desinfection in Aquaculture” | Kerala, India: Central Marine Fisheries Research Institute.
  5. Mike Christensen  | 2000 | “Water Quality Basic in the Typical Koi Pond” | Port Allen, LA: Ornamental Pond Fish, Inc.
  6. R D Bartlett ; Patricia Bartlett | 2007 | “Koi for Dummies” | Wiley Publishing Inc.

 


Editor: Drajat W | Created: 06/02/2021 | Last Update: 06/02/2021 |

Semua pertanyaan atas artikel ini silahkan disampaikan melalui Forum website ini dengan link:  Artikel: “Parameter Air Ideal Untuk Kolam KOI” – Parameter air kolam KOI – KOI ART Forum


 

Comments are closed.

WhatsApp us