Jl. Sutera Tiara 3 No.20, Alam Sutera, Tangerang, Banten 15143
(081) 11-00-99-33

Mendiagnosa Ikan Sakit

Serangan penyakit merupakan masalah yang sering dijumpai dalam memelihara KOI dikolam, banyak jenis penyakit dan jenis penyebabnya dan sebagian besar dapat menimbulkan kematian ikan.

Dalam ekosistem kolam ada beberapa factor yang mempengaruhi kesehatan ikan antara lain,

  1. Sistem Immune KOI (system kekebalan tubuh untuk menghalau penyakit)
  2. Kondisi Pathogen (organisma penyebab penyakit)
  3. Lingkungan tempat hidup KOI.

Dalam kondisi ideal ketiga faktor diatas akan membentuk keseimbangan yang memungkinkan ikan tumbuh sehat namun jika salah satu faktor pada kondisi buruk maka keseimbangan tersebut akan terganggu dan akan mengakibatkan kesehatan ikan terganggu.    Jika kondisi host memburuk dan pathogen meningkat maka ikan akan terkena penyakit infeksi dan jika host memburuk dan lingkungan juga buruk maka ikan akan mudah terserang penyakit non infeksi seperti gas bubble deseases, alkaliosis dll.    Keadaan yang sangat kurang baik jika ketiga faktor tersebut tidak pada kondisi baik, dalam kondisi ini maka ikan akan besar kemungkinannya terserang penyakit yang komplek akibat serangan opportunistic pathogen (OP)    atau dengan kata lain ikan akan terinfeksi sistemik yang dapat mengakibatkan kematian secara cepat dan masal sifatnya, misalnya serangan aeromonas hydrophila, busuk insang (branchiomycosis) atau serangan parasit yang mematikan.

Secara umum munculnya penyakit diawali dengan lingkungan yang buruk yang mengakibatkan buruknya parameter air sehingga mengakibatkan stress pada ikan yang berakibat turunnya system immune ikan disisi lain lingkungan yang buruk akan memicu pertumbuhan patoghen dengan demikian pathogen dapat dengan mudah masuk kedalam tubuh ikan.

 

Penyebab Penyakit pada Ikan KOI

Berdasarkan agen penyebab penyakit pada ikan KOI dapat dikategorikan sebagai berikut,

  1. Organisma Parasit
    • Protozoa

Protozoa adalah hewan bersel tunggal yang berukuran kecil 10 – 50 micron meter sehingga diperlukan microscope untuk melihatnya.  Hampir semua protozoa penyebab penyakit pada KOI bersifat parasit. Beberapa contoh parasit jenis protozoa yang umum dijumpai antara lain:  Trichodina, Costia, Chilodonella,

    • Trematode

 Trematode adalah parasit jenis cacing biasa ditemukan pada bagian insang, permukaan kulit dan saluran pencernaan.   Beberapa contoh parasit jenis trematode antara lain:  Gyrodactylus (Skin Flukes), Dactylogyrus (gill flukes)

    • Crustacea

Parasit jenis Crustacea adalah parasit jenis udang-udangan, Beberapa contoh yang sering dijumpai antara lain: Lernea (kutu jangkar), Argulus (kutu bulat)

  1. Jamur (fungi)

Jamur muncul akibat sanitasi atau parameter air yang buruk yang umumnya disebabkan oleh tingginya limbah organik, kepadatan kolam tinggi, tingginya kadar ammonia dan PH yang terlalu rendah atau terlalu tinggi.  Beberapa contoh jamur yang sering ditemukan antara lain: Saproglina, Branchiomyces, Icthyophonus, Oodinium sp

  1. Bakteri

Serangan bacteri sering muncul pada saat beberapa parameter air jelek seperti DO rendah, PH terlalu rendah atau temperature air terlalu dingin dibawah 15 oC.   Beberapa contoh bakteri yang sering menyerang ikan:  Aeromonas, Flexybacter, Mycobacterium, Vibrio, dll

  1. Virus

Seperti halnya virus pada manusia, virus pada ikan juga tidak ada obatnya dan muncul pada saat immune ikan rendah.  Penyakit akibat virus sebagian besar dapat menimbulkan kematian dalam jumlah besar.   Virus hanya dapat dicegah dengan menggunakan vaksin, namun demikian tidak semua penyakit akibat virus  telah tersedia vaksinnya.  Beberapa contoh penyakit yang diakibatkan oleh virus: KHV, SVC, ISA, Lymphocites, Hikui

  1. Tumor/Cancer

Penyakit yang disebabkan oleh kelainan jaringan tubuh bisa karena faktor genetik atau faktor lingkungan hidup yang buruk.

 

Cara Mendeteksi ikan sakit

KOI yang terserang penyakit biasanya memberi tanda-tanda (symptom) atau perilaku aneh, Jika kita menemukan salah satu atau lebih keanehan tersebut sesegera mungkin kita mengantisipasi sebelum terlambat.  Perilaku aneh yang umum muncul adalah sebagai berikut,

Posisi ikan didalam air:

  • Ikan memisahkan diri dari kelompoknya
  • Malas bergerak.
  • Perubahan sekujur tubuh dan muncul luka
  • Perubahan warna menjadi kusam.
  • Produksi lendir berlebihan
  • Sering menggosokan badan ke dinding dan dasar kolam
  • Kesulitan bernafas (gasping)
  • Mata menjadi cekung atau membesar
  • Tidak nafsu makan
  • Diam didasar kolam dengan sirip tertutup
  • Sering lompat ke permukaan
  • Badan atau perut membesar
  • Membuat gerakan tidak beraturan.
  • Posisi ikan menggantung ekor diatas dan kepala dibawah.

 

Posisi ikan diangkat atau diluar air:

  • Ikan yang sehat memiliki reflex mata yang bergerak bebas kea rah dia dipalingkan/diputar, ikan yang sakit tidak memiliki kemampuan tersebut
  • Dengan memegang bagian kepala dan posisi badan dimiringkan horizontal maka badan dan ekor ikan akan berusaha meluruskan badannya, ikan sakit tidak memiliki kemampuan tersebut sehingga badan terlihat lemah lunglai.
  • Ikan sehat akan memiliki reflex mempertahankan diri dengan menegakan sirip dorsal dan sirip pectoral nya, ikan yang sakit tidak mampu melakukan hal tersebut.

 

Cara Mediagnosa Penyakit

Setelah symptom ditemukan selanjutnya kita dapat melakukan diagnosa untuk mengetahui jenis penyakit dan penyebabnya untuk menentukan treatmen dan obat apa yang harus diberikan.   Diagnosa dapat dilakukan dengan beberapa alternatif cara dibawah ini,

  1. Melihat pola mortalitas ikan.
  2. Melihat gejala klinis yang muncul pada permukaan tubuh ikan.
  3. Melihat pengalaman masa lalu.
  4. Mengambil sampel lendir untuk diperiksa lebih lanjut.
  5. Mengambil contoh jaringan (biopsy) yang terinfeksi untuk diperiksa lebih lanjut.
  6. Post mortem analysis ( Menganalisa/membedah ikan yang mati).

 

Pola Mortalitas ikan

Pola Mortalitas Kemungkinan Penyebab
Kematian ikan berlangsung terus menerus (berkepanjangan) Internal dan eksternal parasit
Grafik kematian berbentuk  seperti lonceng Infeksi bakteri, jamur atau virus.
Grafik kematian menanjak terus dan mencapai puncaknya tapi tidak turun Mal nutrisi, termasuk kesalahan dalam pemberian pakan.
Kematian selalu muncul pada pagi hari disertai perubahan fisik air Kadar oksigen terlarut (Dissolved Oxygen) yang rendah
Kematian yang mendadak tanpa disertai  tanda-tanda sakit sebelumnya Keracunan
Kematian tiba-tiba ditandai dengan munculnya urat merah di badan Keracunan nitrit

 

 

Diagnosa berdasarkan penampakan visual Ikan

Kulit  luar (Skin) Kemungkinan Penyebab
Non Spesifik Ulcer

Muncul sporadis di bagian tubuh dan memiliki bentuk bentuk tidak beraturan

  • Septicemic Diseases (MAS, Vibriosis, Pseudomonas septicemia,
  • Mycobacteriosis (M. marinum , M. ulcerans , M. fortuitum)
  • External Parasites (Monogeneans, Trichodiniasis, Crustaceans).
  • Chemical (Air terlalu basa atau terlalu asam))
  • Luka akibat benturan atau goresan
Spesifik Ulcer

Muncul pada bagian caudal peduncle dengan ciri membentuk 3 zona warna yaitu, merah (bagian luar), putih (bagian tengah/necrotic zone) dan kebiruan (bagian dalam)

  • Motil Aeromonas Septicemia (efek dari dermonecrotoxins produk dari  Aeromonas hydrophila)
Saddle Back Ulcer

Muncul pada dorsal dan area bagian belakang badan

  • Flavobacterium columnare (Columnaris disease).
Bintik (bentol) menonjol
  • Kutu Jangkar (Lernea cypriniceae)
  • Kutu bulat (Argulus)
Sisik kemerahan
  • Serangan eksternal parasit protozoa
  • MAS tahap kronis
  • Gangguan kimia berbahaya.
Sisik Berdarah (Pendarahan)

Muncul pada sisik bisa mencakup area luas maupun hanya berupa titik.

  • Septicemic Diseases (seperti MAS, Vibriosis, dll disebabkan karena hemolysin and racun)
  • Viremic viruses (seperti SVC penyebabnya karena replikasi virus dalam endothelial lining pembuluh darah).
  • Eksternal parasite ( Lice/Argulus) jika pendarahannya hanya berupa titik
White Spot
  • Parasitic (white spot disease akibat Ichthyopthirius multifilis)
Black Spot
  • Trematodes (Diplostomum species).
Warna kusam (Redup)
  • Tahap kronis penyakit septicemia.
  • Kondisi ikan stress
Tumor
  • Lymphocystis Disease Virus  (LDV)
  • Carp Pox
  • Hikui (jika terjadi pada bagian warna merah saja)
Sirip  Kemungkinan Penyebab
Sirip berwarna kemerahan
  • Serangan awal eksternal parasit
Sirip rusak (pecah/tersobek sobek)
  • Serangan parasit
Sirip membusuk (ujung pecah-pecah)
  • Flavobacterium columnare
Mulut  Kemungkinan Penyebab
Pendarahan mulut
  • Enteric Red Mouth Disease (ERM) akibat Yersinia ruckeri
Necrotic (luka)
  • Flavobacterium columnare
Mata  Kemungkinan Penyebab
Sunken Eye / Endophthalmia (mata masuk kedalam)
  • Keracuna
  • Virus
Pop Eye / Exophthalmia atau (Mata menonjol)
  • Penyakit Septicemia (MAS, Vibriosis, Pseudomonas, ERM)
  • Virus (SVC, ISA, VHS)
  • Infeksi kronis yang terkait hypoproteinemia ( Mycobacteriosis, Nocardiosis, Bacterial, Kidney Disease, Ichthyophonosis)
  • Gas Bubble Deseases
Insang  Kemungkinan Penyebab
Perubahan warna insang
  • Merah pucat (Asphyxia)
  • Rosy red (Cyanide toxicity)
  • Coklat (Nitrite toxicity)
  • Merah tua (Septicemia)
Perubahan volume/ukuran
  • Flexibacter columnaris (isang berlendir).
  • Branchiomycosis
  • Keracunan ammonia (lamellar hyperplasia)
Perut (Abdomen)  Kemungkinan Penyebab
Pembesaran perut bagian depan Inflamasi Swim Bladder
Pembesaran perut bagian tengah
  • Penyakit Septicemia (MAS, Vibriosis, Pseudomonas, ERM)
  • Virus (SVC, ISA, VHS)
  • Infeksi kronis yang terkait hypoproteinemia ( Mycobacteriosis, Nocardiosis, Bacterial, Kidney Disease, Ichthyophonosis)
Pembesaran perut bagian belakang
  • Gangguan organ reproduksi

 

 


Referensi:

  1. Noga, Edward J | 2010 | “Fish Desease-Diagnosis and Treatment” | US: Wiley-Blackwell
  2. Helen E. Roberts, DVM; Brian Palmeiro,VMD, DACVD; E. Scott Weber III,VMD, MSc | 2009 | “Bacterial and Parasitic Diseases of Pet Fish” | US: Elsevier Saunders
  3. Yoshimizu, Mamoru; et al | 2017 | “Prevention and Treatment of Deseases Caused by Fish Pathogens” | UK: Eolss Publishers Co. Ltd.,
  4. Eissa, Alaa Eldin | 2016 | “Clinical and Laboratory Manual of Fish Deseases” | Saarbrucken, Germany: LAP LAMBERT Academic Publishing
  5. G Bastos Gomes; D R Jerry; T L Miller; K S Hutson | 2016 | “Current status of parasitic ciliates Chilodonella spp. (Phyllopharyngea: Chilodonellidae) in freshwater fish aquaculture” | Journal of Fish Diseases 2016 : John Wiley & Sons Ltd.
  6. Gregory A. Lewbart, MS, VMD, Dipl. ACZM | 2002 | “Koi Medicine” | SAVMA Symposium

Editor: Drajat W    | Created: 04/02/2021 | Last Update: 15/02/2021 |

Semua pertanyaan atas artikel ini silahkan disampaikan melalui Forum website ini dengan link: Artikel: ‘Mendiagnosa Ikan Sakit” – Penyakit ikan KOI – KOI ART Forum


 

Comments are closed.

WhatsApp us