Jl. Sutera Tiara 3 No.20, Alam Sutera, Tangerang, Banten 15143
08111009933 - 081959009933

Membangun Kolam Baru

Setelah selesai merencanakan kolam, sekarang kita akan merealisasikan kolam tersebut dengan memulai membangunnya.  Dalam membangun konstruksi kolam ada beberapa kaidah yang harus diikuti jika tidak maka sering dijumpai masalah dikemudian seperti kebocoran, keretakan kolam atau instalasi tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan agar kolam yang sudah kita rencanakan dengan baik dapat diwujudkan dengan baik pula, aspek-aspek tersebut antara lain.

  1. Aspek topografi
  2. Aspek arsitektur
  3. Aspek kekuatan struktur
  4. Aspek kemudahan perawatan/pengoperasian

 

Aspek Topografi.

Sebelum kita memulai membangun kolam perlu diperhatikan elevasi dari bagian-bagian kolam dengan seksama seperti,

  1. Bibir bagian kolam harus lebih tinggi dari peil muka air banjir setempat.
  2. Usahakan titik pembuangan (drain) harus berada diatas muka air saluran kota.
  3. Elevasi dasar kolam sebaiknya berada diatas peil air tanah.

Bibir bagian atas kolam dibuat diatas peil banjir dimaksudkan untuk menghindari kolam terendam banjir yang bisa menyapu isi kolam didalamnya serta merusak sistem filtrasi yang ada.  Untuk mengetahui peil banjir kita dapat menanyakan ke instansi setempat seperti Dinas Tata Kota atau kantor Kecamatan setempat.   Jika informasi data tersebut sulit didapat kita dapat menggunakan informasi aktual banjir tertinggi yang pernah terjadi dalam lima tahun terakhir.   Setelah data tersebut didapat segera diplot di lokasi kolam yang akan dibangun sebagai titik referensi.

Elevasi atau ketinggian drainase kota atau saluran dekat lokasi kolam dibangun dibutuhkan untuk menetapkan titik pembuangan agar air yang dibuang langsung ke saluran tampa harus memompa, usahakan titik pembuangan memiliki elevasi minimal 40 cm dari elevasi permukaan air kolam dengan maksud agar sistem drain memiliki tekanan hidrostatik yang cukup untuk mengeluarkan kotoran dalam kolam/chamber.   Jika kondisi tidak memungkinkan maka tidak ada jalan lain pengurasan harus dilakukan dengan pompa.

Kolam sebaiknya dibangun diatas muka air tanah setempat, untuk beberapa daerah yang memiliki muka air tanah tinggi sebaiknya mengalah dengan menaikan elevasi dasar kolam bukan karena tidak bisa dibangun melainkan untuk menghindari biaya yang mahal karena harus melakukan dewatering selama proses pembangunan.

Untuk mempermudah pemahaman dapat dilihat pada gambar dibawah ini,

 

Aspek Arsitektur

Aspek ini adalah aspek yang paling rumit menyangkut selera dan estetika yang kadang-kadang berlawanan dengan prinsip penghematan biaya.  Hal-hal yang sering muncul terkait aspek arsitektural adalah,

  1. Elevasi kolam yang cenderung berada dibawah atau rata dengan tanah.
  2. Material finishing kolam.
  3. Ketinggian Water Fountain/terjunan.

Elevasi kolam dari sisi estetika yang baik adalah tertanam didalam tanah dengan demikian kita dapat melihat ikan dengan bebas secara vertikal sesuai dengan prinsip bahwa koi akan terlihat bagus jika dilihat dari atas, kolam yang berada diatas terlihat kurang baik karena menghalangi pemandangan.  Apapun elevasi kolam yang dipilih harus memenuhi kriteria yang dijelaskan pada aspek topografi diatas, jika tidak dapat dipenuhi maka syarat topografi menjadi syarat mutlak kita tinggal memperbaiki kontur tanah agar kolam tampak alamiah.

Material finishing kolam kadang menjadi masalah, karena banyak pehobi ingin menjadikan kolamnya tampak mewah dan ekslusif dengan memasang batu alam, granit, marmer dan lainnya.  Jika ini yang dipilih maka penggunaan waterproofing harus menjadi syarat mutlak.  Sebelum dilakukan pemasangan pelapis dinding kolam harus lolos test rendam terlebih dahulu.   Disarankan untuk tidak menggunakan pelapis dinding diatas karena disamping sulit untuk memperbaiki jika terjadi kebocoran juga sulit untuk pemeliharaannya.  Dinding kolam yang baik adalah dinding plester aci dengan finishing cat kolam.

Ketinggian terjunan air (Water fountain) merupakan komponen arsitektur yang paling umum dijumpai, banyak yang membuat terjunan tinggi dengan tujuan tertentu namun perlu diingat bahwa semakin tinggi terjunan semakin tinggi air yang harus dipompa sehingga kapasitas pompa menurun drastis sebab pompa kolam didisain untuk debit besar dan head tidak tinggi.   Disarankan untuk menggunakan ketinggian terjunan tidak lebih dari 1 meter agar fungsi pompa sebagai penggerak sirkulasi air tidak terganggu.

 

Aspek Kekuatan Struktur Kolam

Aspek ini merupakan aspek terpenting dalam membangun kolam, konstruksi kolam membutuhkan kekuatan untuk menahan gaya-gaya luar yang bekerja menekan konstruksi kolam, untuk itu diperlukan persyaratan tertentu.  Konstruksi yang lemah akan mengakibatkan deformasi pada struktur yang dapat mengakibatkan keretakan sehingga kolam mengalami kebocoran.   Untuk memahami kekuatan kolam dapat dijelaskan dengan gambar berikut,

Konstruksi kolam akan mengalami tekanan dari sisi samping berupa gaya horizontal yang semakin dalam semakin besar berupa tekanan tanah dan gaya vertikal akibat daya dukung tanah dasar.  Kondisi yang sangat kritis pada dinding kolam  adalah pada saat kolam kosong tidak berisi air sedang pada lantai kondisi kritis pada saat kolam penuh berisi air.

Secara keseluruhan titik kritis terjadi pada pertemuan antara dinding dengan lantai kolam seperti terlihat digambar diatas, sehingga kita wajib memberikan perhatian khusus pada titik tersebut berupa konstruksi berupa ring balok beton bertulang yang mengelilingi kolam.

Pada umumnya konstruksi dinding kolam menggunakan  dinding bata atau dinding beton dimana keduanya memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing. Dinding beton mempunyai kekuatan lebih besar dibanding dinding bata namun konstruksi beton membutuhkan biaya lebih besar dan waktu pengerjaan lebih lama.   Dinding bata memiliki kekuatan terbatas dalam menahan gaya akibat tekanan tanah yang semakin dalam kolam semakin besar.   Berdasarkan cara praktis penggunaan konstruksi bata hanya disarankan untuk kolam dengan kedalaman 1 meter dibawah tanah, untuk kedalaman lebih dari 1 meter wajib menggunakan dinding beton bertulang.

Lantai kolam sebenarnya berfungsi sebagai pondasi untuk meneruskan beban konstruksi dan air ketanah sehingga dituntut kekakuan struktur sehingga wajib menggunakan konstruksi beton bertulang dengan ketebalan minimal 10 cm.

 

Tahapan Pelaksanaan Pembangunan

Pembangunan dimulai dengan pekerjaan tanah, gali tanah sesuai dengan elevasi yang dikehendaki.    Setelah pekerjaan galian selesai tanam instalasi dibawah kolam, dalam tahap ini perlu beberapa kali check dan recheck apa saja instalasi yang harus ditanam.   Instalasi yang harus ditanam biasanya terdiri dari, Jaringan pipa Bottom Drain, jalur pipa aerasi (jika ada), jalur pipa Skimmer dan jalur instalasi backwash chamber.

Setelah pipa-pipa instalasi terpasang timbun dasar galian dengan pasir urug atau dapat juga menggunakan plastik cor tujuannya agar tanah tidak bercampur dengan beton nantinya.  Setelah itu kita dapat memasang penulangan besi untuk lantai kolam jika tidak terlalu besar dapat digunakan pembesian diameter 10mm jarak 20 sm atas bawah. Setelah selesai pekerjaan dapat dilanjutkan dengan pengecoran beton dengan menggunakan campuran 1 PC : 2 Pasir : 3 Batu Split.  Biarkan lantai mengering paling tidak selama 7 hari baru pekerjaan dapat dilanjutkan kembali.

Pekerjaan selanjutnya adalah memasang pasangan dinding kolam, jika tidak terlalu dalam dinding kolam dapat menggunakan pasangan bata atau bata ringan.  Pasangan bata harus berada diatas plat beton yang dengan selingan kolom praktis setiap jarak 1 m.  Pada bagian atas pasangan batu harus diikat dengan ring balk beton.   Setelah pasangan batu selesai maka pekerjaan dilanjutkan dengan pekerjaan plesteran,  untuk mencegah pecahnya plesteran maka sebelu diplester dinding bagian dalam dan lantai dipasang lapisan kawat ayam yang berguna untuk menahat keretakan akibat susut (shrinkage).  Diamkan plesteran selama 7 hari untuk memberi kesempatan air keluar dari plesteran., setelah kering plesteran diaci dengan menggunakan semen atau semen instan.   Tunggu satu minggu agar acian kering sempurna dan zat alkali hilang.

Pekerjaan dapat dilanjutkan dengan pengecatan dinding dasar kolam menggunakan cat yang tidak beracun (Non Toxid), fungsi cat selain untuk memperindah kolam juga berfungsi sebagai lapisan anti bocor (waterproofing), Biarkan cat mengering selama 3-5 hari.

Sebelum kolam diisi air untuk pertama kali pastikan tidak ada retak atau sumbatan2 pada pipa instalasi.  Setelah itu isi kolam dengan air sampai penuh, untuk menghilangkan sisa-sisa alkali dari semen kita dapat memasukan potongan pohon pisang atau tanaman lain yang mudah membusuk agar air bersifat asam dan menetralkan alkali yang ada.  Biarkan sampai 3-5 hari sambil dilihat apakah permukaan air mengalami penurunan,   Setelah itu air dikuras dan kolam dibersihkan, jika terjadi penurunan air akibat terjadinya kebocoran maka kita harus mencari sampai ketemu penyebabnya dan lakukan perbaikan.

Setelah pekerjaan pembangunan kolam selesai maka selanjutnya kita dapat melanjutkan tahap berikutnya yaitu running kolam baru yang dapat dipelajari pada artikel terdahulu https://koiart.net/2020/04/30/proses-running-kolam-baru/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
WhatsApp us