Jl. Sutera Tiara 3 No.20, Alam Sutera, Tangerang, Banten 15143
08111009933 - 081959009933

Merencanakan Kolam Baru

Perencanaan kolam sangat penting dalam kaitannya kita akan membangun kolam baru, sebagian pehobi banyak yang membangun kolam tampa perencanaan yang matang akibatnya diperjalanannya banyak yang bongkar pasang bahkan ada yang membongkar total karena adanya kesalahan fatal.  Kesalahan perencanaan dapat mengakibatkan keseimbangan ekosistem kolam tidak berjalan baik yang berakibat air menjadi kurang sehat sehingga banyak ikan sering sakit atau mati.  Agar kejadian tersebut tidak terjadi maka sebaiknya kolam direncanakan dengan matang berdasarkan kaidah yang berlaku, lebih baik kita menyisihkan  waktu sebentar agar kolam yang akan dibuat benar secara teknis.  Dibawah ini kami coba menjabarkan perencanaan kolam secara “step by step” dengan tujuan agar kita bisa membuat sendiri perencanaan kolam secara benar dari awal (“right from the start“).

Untuk memulai perencanaam dibutuhkan data ketersediaan lahan untuk kolam yang akan dibangun, untuk mempermudah pemahaman berikut diberikan contoh dengan ketersediaan lahan sebesar 6 x 3 meter.

 

Komponen Kolam

Sebelum masuk ke materi sebaiknya kita mengenal komponen atau bagian kolam yang harus ada pada sebuah bangunan kolam antara lain,

  1. Kolam (Tank), tempat kita hidup
  2. Chamber Filter, berupa susunan ruang untuk sistem filtrasi kolam
  3. Media Filter, berfungsi sebagai media penyaring
  4. Pompa, berfungsi sebagai mesin penggerak sirkulasi air
  5. Bottom Drain, titik di kolam tempat air dihisap untuk dibersihkan
  6. Skimmer, berfungsi untuk menghisap kotoran di permukaan air
  7. Water inlet / Water Fountain, titik tempat air masuk bisa berupa terjunan (WF)
  8. Chamber drain, berfungsi untuk menguras chamber.
  9. Overflow, tempat untuk mengeluarkan kelebihan air.

 

Layout Kolam

Dengan lahan 6×3 m2 tersebut kita membagi 2 bagian kolam yaitu kolam itu sendiri (Tank) dan Chamber Filter.  Dengan menggunakan kaidah atau “Rule of Thumb” dimana chamber filter minimal harus memiliki luas sepertiga bagian, maka selanjutnya area kolam dibagi 2 bagian besar yaitu 4×3 m untuk Tank dan 2×3 m untuk chamber filter sesuai dengan gambar dibawah ini.

 

Kolam (Tank)

Dari layout diatas selanjutnya  dapat mendisain kapasitas kolam atau berapa jumlah dan ukuran ikan yang nantinya akan kita pelihara dengan menggunakan pendekatan sebagai berikut,

N = (P x L) / (k x p )

dimana,

    • N = Jumlah ikan
    • P = Panjang kolam dalam cm
    • L = lebar kolam dalam cm
    • p = Panjang ikan rata-rata yang akan dipelihara
    • k = Koefisien kepadatan  yaitu,
        1. k = 200 , kepadatan rendah
        2. k = 150,  kepadatan ideal/normal
        3. k = 100, kolam padat
        4. k=  75 , kepadatan tinggi

Untuk menentukan berapa ukuran ikan yang bisa kita pelihara nantinya (p), kita bisa menggunaka pendekatan berdasarkan kriteria dimensi kolam ideal agar ikan dapat bergerak bebas yaitu,

    1. Panjang kolam minimal 5p
    2. Lebar Kolam minimal 3p
    3. Tinggi kolam minimal 2p

Dari ketentuan diatas maka tinggi kolam yang paling membatasi dalam menentukan ukuran ikan maksimal, dimana tinggi kolam = 1.20 m maka panjang ikan yang dapat dipelihara adalah 60 cm.  Selanjutnya  kita merencanakan kapasitas/jumlah ikan berdasarkan asumsi tingkat kepadatan tinggi  dengan tujuan bila nantinya kita terlupa memelihara terlalu banyak kondisi kolam masih aman,

N = (400 x 300) / (75 x 60) = 27 ekor @ 60cm panjang badan

Aspek-aspek lain yang harus diperhatikan,

  1. Kemiringan lantai dasar kolam disarankan memiliki kemiringa 10% ke  arah Bottom Drain guna memperlancar laju kotoran masuk kedalam Bottom Drain.
  2. Setiap pertemuan sudut kolam dibuat lengkungan hindari pertemuan sudut tajam, guna menghindari ikan terluka dan menghindari dead spot,
  3. Posisi bottom drain harus diletakan bersebrangan sejauh mungkin dari water inletagar seluruh air dikolam dapat tersirkulasi sempurna serta menghindari dead spot dan posisinya berada pada elevasi terendah di kolam.

 

Chamber Filter    

Sebelum kita menetapkan fungsi dari masing-masing chamber kita harus menghitung terlebih dahulu kebutuhan ruang untuk biofilter (chamber biologi) yang berperan sebagai penyaring air .  Mengapa demikian? , karena  kita tidak tahu berapa chamber yang diperlukan, setelah itu baru kita dapat menentukan fungsi dan urutan chamber-chanber yang lain.

Merencanakan Biofilter.

Step-1:  Menghitung jumlah limbah (TAN)

Jumlah ikan 27 ekor @ 60 cm >>> estimasi berat = 27 x 2,6 kg = sekitar 70 kg

Jumlah kebutuhan pakan perhari = 2% x  70 =  1,4 kg perhari = 1400 gr/hr

Besarnya TAN yang dihasilkan perhari = 1400 x 40% x  50% x 0,16 x 1,2 = 53,76 gr/hr (asumsi menggunakan pakan 40% protein)

Step-2: Menghitung kebutuhan volume media

VTR =  ATR x SSA

VTR = (300/1000) x 200 = 60 gr/m3/hr (asumsi awal menggunakan media dengan SSA=200 m2/m3, ini hanya untuk mencari jumlah chamber yang dibutuhkan saja, step ini bisa dilewati langsung ke step-3)

Volume media yang diperlukan = Produk TAN perhari / VTR = 53,76/60 = 0,9 m3

Volume satu chamber (80cm x 80cm x 100cm) =  0,64 m3 < 0,9 m3

Dengan demikian  diperlukan = 0,9/0,64  = 1,4 chamber dibulatkan  menjadi 2 chamber

Step-3: Rekalkulasi Biofilter

Direncanakan menggunakan type nedia biofilter K1-MBBR dan Bioball, dengan asumsi chamber Biofilter Pertama menyaring 50% dan chamber Biofilter kedua 50%

Chamber Biofilter 1 (MBBR)

TAN diproses = 50% x 53,76 gr/hr = 26,88 gr/hr

VTR = (300/1000) x 1000 = 300 gr/m3/hr

Volume media K1 = 26,88 / 300 = 0,09 m3 = 90 liter (terlalu kecil) gunakan minimum media 40% volume chamber atau = 40% x 0,64 = 0,25 m3 atau 250 liter

Chamber Biofilter 2 (Bioball)

TAN diproses = 50% x 53,76 gr/hr = 26,88 gr/hr

VTR = (300/1000) x 300 = 90 gr/m3/hr

Volume Bioball = 26,88 / 90 = 0,3 m3 atau 10.500 butir

 

Merencanakan Skema Chamber Filter

Karena jumlah filter yang tersedia ada 6 (sesuai gambar rencana layout kolam) dan 2 chamber sudah digunakan sebagai biofilter maka sisanya dapat kita susun seperti dibawah ini,

2 chamber biofilter

2 chamber mekanis

1 chamber Pompa + chamber kimia.

1 chamber Additional (digunakan media Lavarock untuk polishing air)

Penyusunan chamber harus disusun sedemikian rupa berdasarkan fungsi dan porositas media guna memperkecil hilangnya head loss.  Susunan yang ada dibuat seperti gambar dibawah ini.

 

Aspek-aspek lain yang harus diperhatikan,

  1. Susun urutan chamber berdasarkan fungsi kemudian diurutkan berdasarkan kerapatan media teredah atau porositas tertinggi terlebih dahulu.
  2. Hindari flow aliran yang mengakibatkan banyak head loss
  3. Elevasi Chamber pertama dimana air kolam masuk pertama kali harus dibuat lebih rendah dari elevasi bottom drain untuk menghindari tekukan keatas pipa yang dapat mengakibatkan terjadinya sedimentasi kotoran dikolam.
  4. Setiap dasar chamber diberi ruang kosong untuk tempat pengendapan kotoran dan dilengkapi pipa drain untuk pengurasan.

 

Pompa Sirkulasi.

Untuk menghitung pompa sirkulasi bisa dipelajari pada artikel Menghitung Kapasitas Pompa Kolam atau dapat megikuti prosedur berikut ini,

Step-1: Menghitung Flow Rate Pompa

effisiensi biofilter ditetapkan 50% dan kandungan tertinggi TAN dikolam dibatasi = 1 ppm atau 1 mg/L

Q = 2 x  53,76 x 1000 /1  =   215.040 L/hr = 8.960 LPH

Step-2: Menghitung Capacity Loss akibat sistem instalasi kolam

a. Head loss akibat ketinggian water inlet = 0,5 m

CL 1 = 0,5 x 2000 = 1.000 Lph

b. Head loss akibat instalasi pemipaan = panjang + elbow pipa BD + panjang + elbow pipa pompa

= (4 x 0,1 + 1 x 0,5) + (0,5 x 0,1 + 1 x 0,5) =  1,45 m

 CL2 = 1,45 x 2000 = 2.900 Lph

c. Capacity loss akibat media filter (jika ingin dihitung praktis)

Chamber 1 (Brush, porositas 98%) = 2% x 8.960 = 179 Lph

Chamber 2 (MBBR, porositas 98% = 2% x 8.960 = 179 Lph

Chamber 3 (Japmat, porositas 95%= 5% x 8.960 = 448 Lph

Chamber 4 (Bioball, porositas 90% = 10% x8.960 = 896 Lph

Chamber 5 (Pompa, 100% pass) = 0

Chamber 6 (Lavarock, porositas 90%) = 10% x 8.960 = 896 lph

Total CL3 = 2. 598 Lph

Jadi Total Capacity Loss = CL1 + CL2 + CL3

= 1.000 + 2.900 + 2.598 = 6.498 Lph

Step-3: Menghitung kapasitas pompa yang dibutuhkan

Efisiensi pompa dihitung 85%

Kapasitas yang dibutuhkan = (8.960 + 6.498) / 85% = 18.185 Lph

Digunakan Pompa Kapasitas 20.000 Lph

Aspek-aspek lain yang harus diperhatikan,

  1. Pilih pompa yang hemat energi
  2. Perhatikan type pompa yang dipakai  agar disesuaikan dengan kebutuhan instalasi sirkulasi kolam.
  3. Selalu siapkan back up pompa dirumah.

 

 

Bottom Drain

Untuk menentukan diameter pipa Bottom Drain harus disesuaikan dengan kapasitas pompa yang digunakan.  Untuk keperluan kolam diatas digunakan pompa ukuran 20.000 Lph, pada umumnya pompa dengan kapasitas ini memiliki output diameter 2 inch sehingga diperlukan pipa bottom drain sebesar 2 x diameter outputpompa atau sebesar 4 inch

Aspek-aspek lain yang harus diperhatikan,

  1. Bottom drain harus diletakan bersebrangan sisi dengan aliran air masuk (water inlet)
  2. Bottom drain harus terletak pada posisi terendah didasar kolam.
  3. Elevasi bottom drain tidak boleh ketinggian atau kerendahan dari dasar kolam  
  4. Beri tutup yang memadai agar ikan tidak terhisap masuk, disarankan menggunakan tutup yang berfungsi sebagai membran difuser   
  5. Usahakan seminimal mungkin kelokan pada pipa BD

 

Skimmer

Sekimmer berfungsi untuk menarik kotoran/debu yang melayang dipermukaan air, usahakan minimal satu buah skimmer tersedia di kolam.   Skimmer sebaiknya ditempatkan pada sisi bersebrangan dari air masuk (water inlet) dan diletakan pada sudut kolam.

 

Water Fountain

Air bersih hasil proses penyaringan dari filter akan masuk melalui water inlet dikolam dapat berupa terjunan (water fountain) atau langsung masuk kekolam yang membentuk arus.   Water fountain lebih disukai karena dapat lebih mempercantik arsitektur kolam.  Selain fungsi arsitektur water fountain juga dapat meningkatkan kandungan oksigen di kolam akibat dampak terjunan air, semakin tinggi terjunan water fountain semakin banyak oksigen yang terlarut, namun perlu diingat semakin tinggi semakin banyak head loss pompa yang ditimbulkan. idealnya tidak lebih dari 50 cm ketinggian water fountain karena jika lebih dari itu pompa menjadi banyak kehilangan kapasitasnya.

 

Demikian sharing kami, jika ada keraguan, silahkan ditanyakan melalui kolom komentar dibawah ini.

 


Referensi:

  1. James M. Ebeling, Ph.D.|  Biofiltration‐Nitrification Design Overview | The University of Arizona, Recirculating Aquaculture Systems Short Course | 2006
  2. JamesM.Ebeling,Ph.D.Ph.D. and M.B.Timmons,Ph.D. | WarmWater System Design | The University of Arizona, Recirculating Aquaculture Systems Short Course | 2006
  3. Thomas M. Losordo, Ph.D. |Flow rate estimation for RAS | Global Aquacultur Advocate | 2015
  4. Thomas M. Losordo, Ph.D. |Estimating biofilter size for RAS systems | Global Aquacultur Advocate | 2015
  5. V. J. Rejish Kumar, Valsamma Joseph, Rosamma Philip and I. S. Bright Singh | Nitrification in brackish water recirculating aquaculture system integrated with activated packed bed bioreactor | IWA Publishing | 2010
  6. Rolando Chamy and Francisca Rosenkranz |Biodegradation: Engineering and Technology | Intech | 2013
  7. Nathapron Areerachakul | Biofilers In Recirculation Aquaculture System | Faculty of Industrial Technology, Suansunandha Rajhabhat University, Bangkok, Thailand | 2018
  8. Somerville, C., Cohen, M., Pantanella, E., Stankus, A. & Lovatelli, A | Small-scale aquaponic food production. Integrated fish and plant farming | FAO Fisheries and Aquaculture Technical PaperNo. 589 | 2014
  9. Jacques Chaurette p. eng.| Tutorial Centrifugal Pump System | Fluide Design Inc | 2005
  10. Jacob Bregnballe | A Guide to Recirculation Aquaculture | Eurofish International Organisation, FAO | 2015
  11. Multiquip | Pump Selection Handbook | Multiquip Inc. | 2011
  12. Conservation Technology | Pond Builder’s Handbook | Resource Conservation Technology Inc. | 1984
  13. Sierra Water Gardens | Pond Building & Design |  www.sierrawatergardens.com | 2009
  14. Conservation Technolog | Pond Builder’s Handbook |  Resource Conservation Technology Inc. | 2009

This post created by Drajat W. on 16/05/2020 updated 18/05/2020 – Copyrights (c) 2017 Koi Art, All Rights Reserved

 

4 Responses to “Merencanakan Kolam Baru

  • Sangat bermanfaat min. . Terimakasih

  • misalkan kita menggunakan bottom drain seperti desain di gambar..
    dari BD ke chamber 1, cara menutup waktu backwashnya bagaimana ya .. ?

    • Kolam diatas menggunakan konsep minimal perawatan om jadi tidak diperlukan pembersihan media selama kolam beroperasi, ini bisa terlaksana dengan menggunakan mud trap (perangkap lumpur) disetiap chamber berupa ruang endap 20cm didasar chamber yang dihubungkan dengan pipa2 drain dibawahnya.
      Dengan pemakaian pompa hasil perhitungan sebesar 1X kapasitas kolam maka kecepatan aliran dichamber cukup rendah sehingga cukup waktu untuk kotoran padat mengendap.
      Pembersihan cukup dilakukan dengan membuka masing2 pipa drain setiap bulan sekali.
      Namun jika terjadi sesuatu dikolam yang memaksa kita harus mengosongkan kolam maka blocking aliran dilakukan dengan menggunakan dop diujung BD dikolam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
WhatsApp us