Jl. Sutera Tiara 3 No.20, Alam Sutera, Tangerang, Banten 15143
08111009933 - 081959009933

Proses Running Kolam Baru

Bagi para pehobi mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah “running kolam baru” yaitu suatu proses memulai penumbuhan bakteri yang berfungsi untuk mengolah limbah kotoran ikan dan kotoran organik lainnya agar air kolam selalu jernih dan sehat.  Sayangnya banyak pehobi pemula yang kurang sabar untuk segera mengisi kolamnya dengan banyak ikan yang berakibat dalam waktu singkat kolam menjadi penuh denan limbah organik atau amonia yang berujung dengan kematian ikan pada akhirnya.  Diperlukan waktu dan kesabaran pehobi untuk melakukan proses ini “step by step”

Untuk menghindari kesalahan dalam melakukan proses running tersebut maka ada baiknya kita memahami dahulu proses apa saja yang terjadi dikolam.    Dibawah ini ditampilkan skema proses Siklus Nitrogen yang mencerminkan proses yang terjadi pada ekosistem kolam.

Proses yang terjadi dalam ekosistem kolam dapat dibagi menjadi,

  1. Proses Nitrifikasi, yaitu proses penguraian limbah amonia atau amonium (NH3/NH4) menjadi Nitrit (NO2) yang lebih beracun selanjutnya diurai menjadi Nitrat (NO3) yang relatif tidak berbahaya namun konsentrasi berlebih menjadi tidak sehat untuk ikan.  Bakteri yang dibutuhan dalam proses ini adalah bakteri Nitrosomonas dan Nitrobacter.  Proses nitrifikasi ini terjadi paling banyak di chamber filter biologi (Biofilter).
  2. Proses Denitrifikasi yaitu proses penguraian Nitrat hasil nitrifikasi menjadi gas Nitrogen ke udara.  Bakteri yang diperlukan dalam proses ini diantaranya Thiobacillus Denitrificans.  Proses ini banyak terjadi di dasar kolam dan beberapa tempat di chamber filter.
  3. Proses Dekomposisi Organik, yaitu proses penguraian material padat/organik dari kotoran ikan, sisa pakan atau organisma mati yang ada dikolam.  Semua materi organik tersebut akan diurai menjadi unsur-unsur penyusunnya kembali.  Contoh yang umum ditemukan adalah bacteri jenis Bacillus (batang) seperti.  Proses ini banyak  terjadi di dasar kolam dan filter.  Banyak pehobi yang kurang memberikan perhatian pada proses dekomposisi ini padahal proses ini penyumbang besar atas jernihnya air karena berpengaruh pada penurunan TSS (Total Suspended Solid)

Agar bakteri tersebut cepat bisa tumbuh di ekosistem kolam, pada umumnya pehobi menggunakan bakteri starter yang bisa didapatkan di toko-toko ikan hias.   Setelah pemberian bakteri starter maka diperlukan waktu untuk bakteri tumbuh dan menjalankan fungsinya.   Selama proses running kita harus memasukan ikan tester sebanyak 2 sampai 5 ekor yang disesuaikan dengan besarnya kolam dan diberi pakan sedikit secara teratur hal tersebut dimaksudkan untuk kita mendapatkan kotoran ikan sebagai stimulan amonia yang diperlukan bakteri untuk tumbuh.

Dalam memilih bakteri starter agar dipilih bakteri starter yang benar, harus dibedakan antara kolam buatan dengan kolam tanah.  Kolam tanah banyak proses yang terjadi dilingkungan anaerobik atau kondisi tampa oksigen sedangkan kolam buatan lebih banyak lingkungan aerobika atau lingkungan yang kaya oksigen, sehingga jenis bakterinya berbeda.  Gunakan jenis bakteri yang tergolong aerobik atau anaerobik obligat (bakteri anaerobik yang dapat hidup dilingkungan  aerobik) sehingga bakteri dapat hidup dilingkungan kolam.

Secara alamiah diperlukan waktu sekitar 8 minggu agar kolam matang (mature)  atau semua proses penguraian berlangsung dengan baik, dimana proses nitrifikasi membutuhkan waktu 6 minggu dan denitrifikasi 2 minggu sesudahnya sedang proses dekomposisi sudah dimulai pada minggu ke 3.

Proses running  harus selalu kita amati perkembangannya dari waktu ke waktu agar kita tahu sudah sampai tahap mana proses running itu berjalan dan apa saja tindakan yang harus dilakukan.  Secara garis besar proses running kolam dapat dibagi menjadi beberapa tahap yaitu,

Tahapan proses pembentukan bakteri pengurai di kolam

Tahap 1 (minggu ke 1-2)

Pada tahap ini belum ada bakteri yang tumbuh namun plankton dan alga mulai tumbuh apalagi jika kolam terletak ditempat terbuka (Outdoor), pada tahap ini air berwarna hijau sampai hijau tua.   Karena belum ada pengurai limbah dikolam maka kandungan Amonia dikolam meningkat sehingga disarankan untuk rajin mengganti air kolam dan membersihkan filter mekanis setidaknya 2-3 hari sekali.

 Tahap 2 (minggu ke 3-4)

Pada tahap ini bakteri Nitrosonas mulai tumbuh dengan ditandai dengan menurunnya kadar amonia (NH3) dan peningkatan kadar Nitrit (NO2) dikolam pada saat ini kolam cenderung berwarna hijau keputihan (Milky Green).  Disarankan tetap mengganti sebagian air kolam namun frekwensinya diturunkan menjadi 3-5 hari sekali dengan tujuan menurunkan kadar Nitrit dikolam.  Pada tahap ini pula bakteri dekomposisi mulai tumbuh sehingga kotoran pada filter mekanis berkurang sehingga frekuensi pembersihan filter mekanis bisa diperpanjang.

Tahap 3 (Minggu ke 5-6)

Pada tahap ini bakteri Nitrobacter mulai tumbuh ditandai dengan menurunnya Nitrit (NO2) dan meningkatnya kadar Nitrat (NO3) dikolam, biasanya ditandai dengan warna air berangsur berubah menjadi coklat dan semakin tua,  Pada tahap ini tidak diperlukan penggantian air hanya saja kalau warnanya terlalu pekat bisa dilakukan penggantian sebagian air.

Tahap 4 (minggu ke 7-8)

Tahap ini biasa disebut tahap Nitrates removal dimana pada tahap ini bakteri denitrifikasi sudah mulai hidup dan berkembang didasar kolam ini ditandai menurunnya kadar Nitratn (NO3) dan dengan berangsurnya perubahan warna air dari coklat menjadi jernih yang menandakan kolam sudah mature.

Setelah air jernih maka baru boleh kita masukan ikan lebih banyak lagi dengan catatan harus memperhatikan kapasitas biofilter yang ada agar keseimbangan proses penguraian tidak terganggu.   Selanjutnya perlu dilakukan perawatan  secara periodik sebulan sekali berupa penggantian air dan penambahan probiotik untuk kolam agar kualitas air dapat terjaga dengan baik.

Pemberian aerasi selama proses running dan sesudahnya sangat disarankan guna mempercepat proses karena oksigen sangat deperlukan dalam proses nitrifikasi.   Guna mengoptimumkan kinerja bakteri disarankan pula untuk menjaga PH air dikisaran 6,8 sampai 7,2 .

 


Referensi:

  1. James M. Ebeling, Ph.D.|  Biofiltration‐Nitrification Design Overview | Environmental Engineer
    Aquaculture Systems Technologies, LLC New Orleans, LA | 2015
  2. Happy Koi | Koi pond filtration basics | www.happykoi.co.za | 2017
  3. Don Harrawood | Koi Pond Beginners | Southwest Koi and Pond Association | 2010
  4. Sandi Soedjono, KHA | Koi Pond Start Up Guide | Dallas Koi Kichi Group | 2014

This post created by Drajat W. on 30/04/2020 updated 02/05/2020 – Copyrights (c) 2017 Koi Art, All Rights Reserved

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
WhatsApp us