Jl. Sutera Tiara 3 No.20, Alam Sutera, Tangerang, Banten 15143
08111009933 - 081959009933

10 MITOS KELIRU TENTANG KOI

Ada banyak informasi tentang memelihara Koi  yang tersedia saat ini bisa dari internet, majalah, expert dan informasi yang lainnya, namun perlu disaring dengan baik terutama oleh para pemula tidak sepenuhnya informasi itu benar ada juga yang menyesatkan bahkan dari seorang expert sekalipun karena apa? bisa jadi karena banyak perkembangan teknologi dan obat-obatan yang pada saat ini sudah tidak berlaku lagi.    Sebaiknya cari tau latar belakang informasi tersebut yang secara ilmiah bisa dibuktikan kebenarannya, carilah fakta bukan mitos yang tidak kita ketahui kebenarannya.

Berikut beberapa mitos yang sering kita jumpai dalam memelihara koi,

1. Sinar UV Akan Membunuh Bakteri Baik di Biofilter

Banyak yang mempercayai mitos ini , padahal dari hasil penelitian sinar UV mampu membunuh bakteri, jamur, protozoa dan virus sekalipun ketika melewati sinarnya.   Selama perletakannya benar maka UV-C akan menseterilkan air yang lewat melalui sinarnya sehingga kuman penyakit yang melayang diair akan dapat ditekan perkembangannya, lalu apakah bakteri menguntungkan seperti nitrosomonas, nitrobacter dan bakteri lainnya ikut terbunuh? tentu tidak karena bakteri tersebut hidup berkoloni di media filter bukan melayang diair.  Anehnya masih banyak yang menggunakann Potassium Permanganat (PK) sebagai senyawa penekan pertumbuhan bakteri/penyakit dikolam padahal senyawa tersebut jelas bisa membunuh bakteri menguntungkan di biofilter.

2. Mematikan Sirkulasi Filter Pada Saat Mengobati Penyakit Endemik

Ini kelihatannya tindakan yang tidak masuk logika, banyak pehobi yang memberikan obat kedalam kolam untuk mengobati wabah penyakit seperti parasit, kutu, aeromonas, jamur atau wabah penyakit lainnya dengan alasan akan membunuh bakteri baik di biofilter.  Padahal jika suatu wabah sudah mencemari kolam maka seluruh area yang berada dalam sistem sirkulasi air sudah ikut tercemar sehingga dengan mematikan sistem sirkulasi ada bagian lain yang tidak terjangkau oleh obat, jadi sia sia saja upaya yang kita lakukan.

3. Soft Water Lebih Baik Untuk Koi

Tidak ada satu penelitian yang membuktikan soft water lebih baik dibanding hard water untuk tumbuh kembang Koi masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya, bahkan kebalikannya kalau hard water lebih menguntungkan karena mampu menghadapi swing PH dibanding soft water.

4. Aeromonas Adalah Penyakit Menular.

Bakteri Aeromonas selalu ada didalam kolam kita yang merupakan bagian dari ekosistem kolam, Selama ikan tidak stress dan daya tahan tubuhnya baik  baik maka bakteri Aeromonas selalu bisa dihalau oleh sistem immune ikan, itulah mengapa aeromonas disebut parasit opportunist karena menunggu sistem imun ikan drop untuk menginfeksi.  Bakteri Aeromonas menyerang sistem kekebalan tubuh sekali pertahannannya bisa ditembus maka Koi akan tidak memiliki sistem pertahanan tubuh lagi sehingga muncul infeksi sekunder seperti Sisik berdarah, ulcer, parasit, infeksi insang dan lainnya sehingga infeksi Aeromonas sering disebut infeksi sistemik. Jadi Aeromonas sendiri tidak menular yang menular adalah infeksi sekundernya sehingga perlu dipisahkan untuk diobati.  Penanggulangan pertama jika ditemukan wabah Aeromonas dikolam kita adalah mencari dan menghilangkan penyebab ikan stress serta memperbaiki kulitas air bukan dengan bom PK.

5. Air Sehat Adalah Air Sebening Kristal

Pada umumnya para pehobi Koi mendambakan air kolamnya sebening kristal banyak yang berusaha mendapatkannya dengan menggunakan dengan berbagai probiotik yang mengakibatkan air menjadi jernih karena banyak bakteri pengurai kotoran organik dikolam, namun perlu diingat hampir semua bakteri pengurai adalah tergolong bakteri gram negatif sehingga semakin banyak bakteri gram negatif akan menciptakan lingkungan yang  mengundang bakteri gram negatif lainnya seperti bakteri pathogen pembawa penyakit.   Jadi air yang jernih menyimpan potensi munculnya serangan penyakit atau munculnya bakteri crashed akibat over populasi bakteri, Sebaliknya para petani akan menaruh dalam kolam lumpur agar ikannya dapat tumbuh dan sehat.

6. Koi Akan Berhenti Tumbuh Besar Pada Kolam Yang Kecil

Mitos ini tidak sepenuhnya benar karena Koi akan mencapai ukuran terbesarnya pada usia 7-8 tahun dan ukuran terbesar ini ditentukan oleh faktor genetik.  Fakta yang terjadi adalah Koi yang hidup di Kolam besar lebih banyak bergerak dan lebih mudah mendapatkan pakan sehingga Koi dapat tumbuh lebih cepat, sebaliknya  kolam kecil  tidak mampu untuk mengakomodir pertumbuhan Koi sehingga biasanya Koi akan mati muda sebelum mencapai ukuran dewasanya.

7.  Kolam Koi Tidak Mensyaratkan Aerasi.

Banyak yang tidak mau menempatkan aerasi dikolam karena hanya mengganggu pemandangan isi kolam saja akibat pengaruh gelembung.  Fakta yang terjadi air kolam sangat membutuhkan kandungan oksigen yang besar tidak hanya untuk Koi bernafas tetapi juga untuk proses nitrifikasi, denitrifikasi dan proses penguraian kotoran organik dikolam oleh aktifitas bakteri.  Kandungan oksigen yang tinggi akan berdampak pada kesehatan ikan karena kandungan oksigen yang tinggi akan membunuh bakteri pathogen yang bersifat anaerob.

8. Memelihara Koi Sangat Sulit dan Rumit

Fakta sebenarnya memelihara Koi tidak serumit yang dibayangkan karena Koi sebenarnya hewan yang mudah hidup  diarir tawar/danau tampa perawatan tertentu.  Yang membuat sulit dan rumit sebenarnya adalah pemiliknya karena memelihara tampa memperhatikan daya dukung kolam seperti kepadatan ikan, biofilter yang tidak memenuhi syarat, memberi obat dan vitamin yang tidak perlu bahkan tidak memperhatikan parameter utama ikan.

9. Memberi Pakan Berlebih Pada Koi Kecil akan Mengakibatkan Potbely

Ini adalah persepsi yang keliru karena bentuk tubuh ditentukan oleh faktor genetik, pemberian pakan berlebih pada ikan kecil hanya mengakibatkan efek perut gendut karena kekenyangan, nanti pada usia ukuran diatas 25 Cm ikan Koi akan berangsur membentuk tubuh nya sesuai genetiknya.

10. Koi Membutuhkan Pakan Mahal Agar Tumbuh Besar

Kembali lagi Ukuran tubuh lebih ditentukan oleh faktor genetik, jadi jangan keluarkan biaya mahal sebelum kita yakin bahwa ikan Koi yang kita pelihara memiliki genetik yang baik.  Nutrisi pakan yang berlebihan juga tidak berguna karena ikan memiliki keterbatasan menyerap nutrisi yang tergantung usianya, nutrisi yang tidak terserap oleh ikan akan dikeluarkan melalui kotoran yang hanya menambah beban kerja biofilter saja.

 

  • Koi Water Garden Ltd | Myths and Misunderstandings in Koi Keeping | www.koicarp.org.uk | 2014
  • James M. Ebeling, Ph.D.| Biofiltration‐Nitrification DesignOverview | 2018

This post created by Drajat W. 17/06/2018 updated 17/06/2019 – Copyrights (c) 2017 Koi Art, All Rights Reserved

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
WhatsApp us