Jl. Flavio 1/10, Suvarna Sutera, Tangerang, Banten 15560
(081) 11-00-99-33

Myxosporeasis


Resiko Kematian

■■■■■■■■■■■■■■■ : Tinggi


Deskripsi

Myxosporearis adalah penyakit yang menyerang KOI yang diakibatkan oleh protozoa Myxobolus Cerebralis yang bersifat parasit  yang menginfeksi insang kemudian  kista pada lembar insang ikan, sehingga akan menghalangi proses penyerapan oksigen.  Ikan yang terserang penyakit ini akan mengalami kesulitan bernafas dan keseimbangan.. Myxobolus sp merupakan Protozoa penyebab penyakit myxosporeasis atau myxosporidiosis. Protozoa ini memiliki ukuran yang kecil, yaitu sekitar 10-20 μm sehingga sering tertelan oleh ikan. Di dalam usus ikan, spora Myxobolus sp akan melepaskan sejenis anak panah yang terikat dengan semacam benang halus ke polar kapsulnya dan apabila anak panah mencapai dinding usus, maka spora akan bergantungan pada dinding usus. Pada mekanisme infeksi selanjutnya akan terjadi kerusakan jaringan dengan gejala klinis antara lain timbul bintil berwarna kemerah-merahan yang sebenarnya merupakan kumpulan dari ribuan spora dimana bintil ini sering menyebabkan tutup insang selalu terbuka. Pada ikan yang terserang terdapat benjolan menyerupai tumor, terjadi gangguan pada sirkulasi pernafasan akibat penghambatan konsumsi oksigen, penurunan aktivitas insang serta fungsi organ pernafasan, serta necrosis.

Parasit tersebut terdapat pada insang. juga terdapat pada kulit. Parasit ini berbentuk kista (mengandung spora-spora ) dan akan pecah apabila matang. Spora-spora akan dilepaskan ke dalam air.  Spora parasit berbentuk bulat dengan bagian anterior meruncing, berukuran 10-20 mm.

Tingkat kematian yang ditimbulkan relatif tinggi, bila dijumpai ada ikan terinfeksi dikolam maka tindakan isolasi harus dilakukan untuk memutus rantai penyebaran, dan tindakan sterilisasi kolam diperlukan untuk membunuh spora yang menempel di dinding kolam atau media filter.


Agen Penyebab

Prrotozoa Myxobolus sp


Faktor Penyebab

  • Populasi yang terlalu padat dengan kandungan ammonia diatas 0,3 ppm
  • Oksigen terlarut (DO) dibawah 5 ppm

Cara Penularan

Melalui air


Masa Inkubasi   

3 x 24 jam


Gejala Klinis

Symtom Fisik

  • Insang yang berwarna putih atau kemerahan dan memenuhi rongga insang.
  • Operculum tidak dapat menutup dengan sempurna,
  • Sisik geripis dan warna tubuh agak pucat/gelap.

Symtom Perilaku

  • Gerakan ikan tidak aktif cenderung diam dibawah pancuran.
  • Sering melakukan gerakan melingkar seperti mengejar ekornya sendiri

Diagnosa Penyakit

  • Pemeriksaan Insang dan pengambilan sampel

Pengendalian dan Pengobatan

Lakukan sterilisasi kolam dan pisahkan ikan yang dicurigai terinfeksi.

Sampai dengan saat ini belum ditemukan obat yang effektif untuk menyembuhkan penyakit ini, namun dengan memberikan perendaman dalam Acrivlavine dengan takaran 2 gr per 1000 liter air diketahui mampu menghambat perkembangan Myxobulus ini.


Tindakan Pencegahan

  • Jaga parameter air terutama kadar amonia maksimal 0,25 ppm dan oksigen terlarut diatas 6 ppm.
  • Jaga kebersihan filter mekanis dengan membersihkannya secara reguler.
  • Buang dan musnahkan ikan yang terinfeksi
  • Hindari air yang terkontaminasi spora.
  • Lakukan sterilisasi kolam

Rekomendasi Produk


Referensi

  • Novia Christi Prihartini dan Alfiyah |2017 | “MYXOSPOREASIS PADA IKAN KOI (Cyprinus carpio)” | Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan Volume 8,No. 1
  • Mamoru Yoshimizu, Hisae Kasai, Takashi Aoki, Mitsuru Ototake, Masahiro Sakai, Tae-Sung Jung, Jun-ichi Hikima, Nobuaki Okamoto, Takashi Sakamoto, Akiyuki Ozaki, Ryosuke Yazawa | 2017 | “Prevention And Treatment Of Diseases Caused by Fish Pathogens” | UNESCO
  • Veterinary Clinics of North America | 2009 | “Bacterial and Parasitic Diseases” | theclinics.com

Editor: Drajat, admin@koiart.net  | Created: 12/10/2018 | Last Update: 18/11/2021 |

Copyrights(C), koiart.net

Comments are closed.

error: Content is protected !!
WhatsApp us