Jl. Sutera Tiara 3 No.20, Alam Sutera, Tangerang, Banten 15143
08111009933 - 081959009933

PENYAKIT: Dystocia (Gagal Berpijah)

URAIAN SINGKAT

Dystocia berasal dari bahasa Yunani yang berarti sulit lahir, dimana dalam kondisi ini KOI betina tidak dapat mengeluarkan telurnya karena sesuatu sebab, effek yang ditimbulkan cukup fatal dimana telur akan membusuk didalam ovarium dan akan menjadi racun yang mematikan pada KOI itu sendiri.

Proses reproduksi KOI betina dimulai dengan bertelur dimana proses reproduksinya tidak periodik tetapi merupakan proses yang berlangsung terus menerus.   Telur yang diproduksi akan masuk kedalam ovarium menunggu matang (mature) untuk berpijah, KOI betina membutuhkan lingkungan yang baik untuk berpijah seperti temperatur yang hangat dan air yang bersih. Untuk berpijah diperlukan pejantan untuk membantu mengeluarkan telut, proses pelepasan telur secara alami ini terlihat cukup kasar.  Dalam kondisi normal KOI betina dapat berpijah lebih dari sekali dalam setahun, jika karena situasi yang tidak ideal dimana tidak ada tempat untuk berpijah maka telur akan diserap kembali oleh tubuh KOI namun ini tidak selalu terjadi, jika penyerapan tidak terjadi maka telur akan terus menumpuk dan akan membusuk.  Dalam beberapa kasus dimana kondisi kolam ideal kadang KOI betina berpijah dikolam sehingga sering menimbulkan bau amis, kolam berbusa dan kadang membuat filter tersumbat.

 

 

INDIKASI

  • Perut KOI membesar dibawah garis lateral, jika dipegang terasa mengeras.
  • Ikan menjadi tidak gesit pergerakannya
  • Bagian kelamin tampak memerah.

 

TINDAKAN PENCEGAHAN

Untuk menghindari Dystocia  daoat dilakukan beberapa tindakan sebagai berikut,

  1. Dipijahkan, KOI betina yang sudah matang Gonad dipindahkan kedalam kolam pemijahan yang sudah disiapkan sebelumnya dengan mecampurkan 2-3 ekor pejantan yang sudah diseleksi,
  2. Buang Telur, dimana KOI betina yang sudah matang gonad dimasukan kedalam bak karantina yang cukup luas, diberikan aerasi dan heater  kemudian dicampur dengan dua ekor pejantan. Proses pemijahan akan berlangsung dalam semalam tergantung situasinya, dalam 2-3 hari tidak terjadi pemijahan maka diperlukan tindakan medis dengan bantuan deokter hewan.
  3. Tindakan medis menggunakan CPE (Carp Pituitary Extract) melalui suntikan dengan dosis 0,3 grm per berat ikan dan diulangi setiap 18 jam, umumnya setelah 10 jam suntikan kedua telur akan keluar bebas dengan sendirinya, atau menggunakan suntikan hormon LH-RH (Leteinizing Hormone/Release Hormone) dengan dosis 5 grm perberat badan dan diulangi setiap 12 jam.

 

KEMASAN OBAT

#koiart_2018

 

 

 

 

 

 

proses pertum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
WhatsApp us