Jl. Sutera Tiara 3 No.20, Alam Sutera, Tangerang, Banten 15143
08111009933 - 081959009933

NEW POND SYNDROM

Sebuah kolam baru memiliki permasahan tersendiri dimana sering terjadi banyak ikan sakit bahkan berakhir dengan kematian, karena hal tersebut sering dijumpai maka banyak orang menyebutnya sindrom kolam baru atau populer disebut New Pond Syndrome (NPS).   Karena seringnya NPS ini muncul banyak orang kapok untuk memelihara KOI dan beranggapan bahwa memelihara ikan KOI itu sulit dan merepotkan.  Untuk menghindari masalah tersebut muncul maka ada baiknya kita meluangkan waktu untuk memahaminya, sehingga kita dapat mengantisipasinya dengan baik.

Beberapa hal yang umum dilakukan sehingga munculnya NPS,

  1. Tidak sabar menunggu, inginnya kolam bisa diisi ikan segera untuk dinikmati.
  2. Memasukan terlalu banyak ikan .
  3. Banyak memberi treatment berlebih seperti obat2an atau vitamin
  4. Overfeeding
  5. Terlalu rajin membersihkan kolam

Ciri-ciri NPS ditandai dengan hal-hal sebagai berikut,

  • Tingginya kadar amonia dan nitrit.
  • Kolam berubah warna menjadi coklat atau kehijauan.
  • Ikan tidak nafsu makan.
  • Ikan sering flashing
  • Ikan megap-megap
  • Muncul ulcer ditubuh ikan atau penyakit lainnya

Penyebabnya adalah filter belum mature atau belum bekerja sebagaimana mestinya, yang terjadi adalah justru filter mensuplai air yang buruk kekolam karena banyaknya bakteri gram negatif (anaerob).  NPS bisa ditanggulangi dengan memperhatikan hal-hal sebgai berikut,

Hilangkan zat dan racun pada kolam baru

Kolam baru yang terbuat dari pasangan batu atau  terbuat dari beton yang baru selesai dibangun membutuhkan waktu untuk curing walaupun plesteran/beton yang menggunakan semen (PC) sudah terlihat kering pada umur 1 hari tetapi didalamnya masih terjadi reaksi kimia sampai umur 28 hari.   Pengisian air untuk pertama kali sebaiknya dilakukan paling cepat setelah 14 hari.

Selama proses curing dinding2 plesteran/beton mengeluarkan senyawa yang bersifat alkali sehingga pH air meningkat, sehingga disarankan untuk melakukan treatment guna menghilangkan efek alkali tersebut dengan menggunakan batang pisang atau daun pepaya.  Rendam batang pisang atau daun pepaya minimal 1×24 jam tetapi tidak melebihi 3 hari agar tidak terjadi pembusukan yang berlebihan yang dapat menjadi potensi masalah penyakit dikemudian hari.  Treatment tersebut dilakukan juga pada ruang-ruang chamber filter, setelah itu kuras kolam sampai bersih.   Jika sulit untuk mendapatkan batang pisang atau daun pepaya/talas maka kita bisa menggunakan asam sitrat sebagai alternatif penetral alkali.

 

Susun Sistem Filtrasi

Susun sistem filtrasi dan media dengan benar, susunan filter yang baik adalah susunan yang minim pemeliharaan nantinya.  Setelah selesai isi kolam dengan air 50% dan lakukan test jalan (running test) untuk kolam yang menggunakan filter UV disarankan tidak digunakan dahulu,  jika tidak ada masalah lakukan sterilisasi kolam dengan menggunakan Kalium Permanganat (PK) sebanyak 10 grm/ton biarkan sistem berjalan selama sehari setelah itu kuras air seluruhnya.

 

Precycle Kolam

Isi kolam dengan air penuh dan jalankan pompa dan sistem filtrasi selama 7 hari, Setelah itu ganti air 10%-20% dengan air baru dan masukan bakteri starter kedalam filter biologi.  Bakteri starter akan tumbuh jika mendapat asupan amonia untuk itu diperlukan ikan untuk menstimulir munculnya amonia, beberapa orang ada yang menggunakan sistem precycle tampa ikan (fishless) dengan menggunakan larutan amonia sebagai stimulan (tidak disarankan).

Masukan 2-3 ekor ikan kedalam kolam dan tunggu selama 1 minggu, selama itu beri ikan makanan secukupnya. Setelah lewat satu minggu dan tidak dijumpai kelainan maka ikan bisa ditambahkan sampai dengan dengan 25% kapasitas kolam dan biarkan 1 minggu.  Jika tidak ada masalah ikan bisa ditambahkan sampai dengan 50% kapasitas kolam.

Pada minggu ke 3 atau ke 4 air akan berubah menjadi hijau kecoklatan dimana hal ini adalah wajar, jika sudah sangat pekat dan mengganggu air bisa diganti maksimum 20% saja.  Perubahan warna air tersebut mengisyaratkan proses akan menuju mature, dalam beberapa hari kedepan air akan perlahan berubah jernih yang menandakan kolam sudah mature.

Penambahan ikan setelah tahap ini dilakukan bertahap, hanya ikan-ikan yang sudah melewati proses karantina yang dimasukan kekolam.  Keseimbangan ekosistem kolam ditandai dengan jernihnya air, ikan yang lincah kesana kemari, tumbuhnya lumut di dinding dan dasar kolam.  Setelah mature hidupkan lampu UV untuk mempertahankan kondisi agar kolam tetap sehat.

  • Christian Shostle | New Pond Syndrome: How To Clear Green Pond Water | www.nualgiponds.com | 2015
  • Aquatix-2u Help Team |How Long Should I Wait Before Adding Fish to my New Pond? | www.aquatix-2u.co.uk | 2017

This post created by Drajat W. on 08/06/2018 and last updated on 09/06/2019 – Copyrights (c) 2017 Koi Art, All Rights Reserved

2 Responses to “NEW POND SYNDROM

  • Saya ada kolam indoor ukuran 1,5*75*80 dengan 4 chamber masing2 40*40*90. Pralon BD 2 inch, pralon chamber 3*1 inch per chamber. Pompa 5000lph
    Urutan filter : ch1 full jaring, ch2 jaring dan busa, ch3 bioball. Ch 4 biball
    Saat ini terisi ikan 11 ekor ukuran 20-30Bu. 1 bulan air sedikit keruh (biasanya sy kuras dan ganti air, 1 bulan keruh lagi)
    Yg saya tanyakan:
    1. Apakah kolam saya sdh cukup ideal dr vokume, jumlah chamber, media filter dan pompa
    2. Bagaimana proses air mature di kolam indor
    Demikian terima.kasih

    • Volume kolam 0,9 m3
      Jumlah ikan ideal= (150×75)/(150×25) = 3 ekor atau maksimal 5 ekor, kolam terlalu penuh
      Pompa cukup, volume chamber tersedia cukup,
      kapasitas mengolah pakan 300 gr/hari (Estimate). Kebutuhan pakan = 11×7,5 = 82,5 gr/hari artinya tidak masalah.
      Dari Kolam dan kapasitas biofilter tidak ada masalah, yang jadi masalah adalah kepadatan ikan.
      Proses mature kolam indoor tidak berbeda dengan kolam outdoor karena bakteri nitrifikasi tidak tergantung cahaya, beri aerasi yang cukup agar bakteri bisa lebih optimum perkembangannya.
      Demikian, terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
WhatsApp us