Jl. Flavio 1/10, Suvarna Sutera, Tangerang, Banten 15560
(081) 11-00-99-33

Infeksi Flexybacter Colummnaris (Busuk Mulut/Sirip/Insang)


Resiko Kematian

■■■■■■■■■■■■■■■ : Moderat


Deskripsi

Penyakit ini  biasanya menyerang insang, mulut dan sirip koi.  Penyakit ini muncul karena jeleknya kualitas air, infeksi Flexibacter columnaris meningkat karena adanya kekurangan oksigen terlarut dan kandungan ammonia meningkat sehingga perbaikan parameter air tersebut lebih diprioritaskan.  Dalam penampakannya gejala yang ditimbulkan hampir mirip dengan infeksi jamur pada umumnya sehingga disarankan pengobatan juga harus dibarengi penggunaan obat anti jamur supaya lebih efektif.  Penyakit ini dapat mematikan apabila tidak ditangani segera.  Jika menyerang sirip (busuk sirip) pengobatannya relatif lebih lama dan disarankan menggunakan metode injeksi.

Bakteri tersebut lebih sering menyerang ikan pada musim panas atau saat suhu diatas 15 C dan pH tinggi, penularannya dapat melalui media air, ikan atau peralatan.  Penyakit ini sangat menular sebaiknya lakukan karantina segera jika kasus tersebut muncul.


Agen Penyebab

Penyebab infeksi ini adalah bakteri Flexibacter columnaris


Faktor Penyebab

  • Kadar limbah ammonia yang tinggi
  • Oksigen terlarut yang rendah
  • Populasi ikan yang padat
  • Sanitasi yang buruk
  • Penanganan dan pengangkutan ikan secara kasar.
  • Cedera fisik ikan.
  • Pencemaran air secara organik.
  • Kekurangan gizi terutama vitamin.

Cara Penularan

  • Cedera pada kulit atau insang dapat mendorong dalam penularan penyakit.
  • Pergerakan ikan yang terinfeksi dapat mempercepat penyebaran infeksi.
  • Pembawa menularkan infeksi di antara ikan baru.

Masa Inkubasi   

Masa inkubasi penyakit Columnaris bervariasi, hal ini disebabkan oleh faktor stres yang dialami ikan.  Masa inkubasi umumnya kurang dari 24 jam tetapi dapat terjadi juga setelah dua sampai tiga hari.


Gejala Klinis

Symptom Fisik

  • Luka awal pada kulit tampak kecil,terdapat daerah berwarna kebiru biruan yang meluas menjadi luka nekrosis
  • Sirip mengalami necrosis
  • Luka yang ditimbulkan bakteri ini memiliki pinggiran kekuningan dan putih dengan disertai inflammasi ringan.
  • Mulut ikan yang terinfeksi ditutupi dengan material lendir yang kekuning–kuningan
  • Jika menyerang insang, maka insang akan tertutup seperti kapas berwarna putih kekuningan

Symptom Perilaku

  • Ikan malas bergerak
  • Kehilangan nafsu makan

Diagnosa Penyakit

  1. Mempelajari kasus sebelumnya
  2. Scraping sampel untuk uji microscope
  3. Memperhatikan gejala klinis yang timbul

Pengendalian dan Pengobatan

Isolasi ikan yang terjangkit ke bak karantina.

Pengobatan ikan yang terjangkit dilakukan sebagai berikut,

  • Perendaman dengan menggunakan Pottasium Permanganat: 500mg/100l selama 1 jam.
  • Dilanjutkan dengan Perendaman Malachite green: 10mg/100l selama 30-96 jam.
  • Pemberian secara oral Oxytetracycline: 50-100mg/kg berat badan ikan/hari selama 10 hari.
  • Menurunkan suhu air dan mengurangi faktor stress.

Tindakan Pencegahan

  • Jaga parameter air dalam kondisi baik, diutamakan kandungan oksigen terlarut dan kandungan amonia harus memenuhi persyaratan minimal.
  • Hindari/kurangi kepadatan ikan dikolam
  • Lakukan penggantian air kolam secara berkala.
  • Jaga kandungan oksigen dalam air minimal 6 ppm, beri aerasi yang cukup dikolam.

Rekomendasi Produk


Referensi

  • Mamoru Yoshimizu, Hisae Kasai, Takashi Aoki, Mitsuru Ototake, Masahiro Sakai, Tae-Sung Jung, Jun-ichi Hikima, Nobuaki Okamoto, Takashi Sakamoto, Akiyuki Ozaki, Ryosuke Yazawa | 2017 | “Prevention And Treatment Of Diseases Caused by Fish Pathogens” | UNESCO
  • FAO Fisheries and Aquaculture Department |2017 | “Cultured Aquatic Species Information Programme
    Cyprinus carpio (Linnaeus, 1758)” | FAO United Nation
  • Madhuri Sharma, A.B Shrivastav, Y.P Sahni, Govind Pandey | 2012 | “Overviews of the Treatment and Control of Common Diseases” | International Research Journal of Pharmacy
  • Veterinary Clinics of North America | 2019 | “Bacterial and Parasitic Diseases” | theclinics.com

Editor: Drajat, admin@koiart.net  | Created: 24/05/2018 | Last Update: 16/11/2021 |

Copyrights(C), koiart.net

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
WhatsApp us