Jl. Sutera Tiara 3 No.20, Alam Sutera, Tangerang, Banten 15143
(081) 11-00-99-33

Koi Herpes Virus (KHV)


Resiko Kematian

■■■■■■■■■■■■■■■ : Tinggi


Deskripsi

Virus herpes koi (KHV) merupakan nama virus yang menyebabkan penyakit herpes koi. Penyakit ini menyerang ikan koi dan ikan mas, bersifat akut dan ganas serta dapat menyebabkan kematian ikan secara massal dalam waktu yang relatif singkat (2-3 hari) dan dapat membunuh 80-100% populasi dalam waktu 10 hari.  Seperti infeksi herpesvirus lainnya, KHV akan tetap terbawa pada ikan yang telah pulih dari infeksi seumur hidupnya, oleh karena itu ikan yang pernah terjangkit virus ini akan dianggap sebagai ikan pembawa virus.


Agen Penyebab

KHV memiliki ukuran diameter 170-230 nm memiliki nama lain Cyprinid herpesvirus 3 (CyHV-3). Penyakit ini dapat menyerang berbagai ukuran ikan mulai larva hingga induk, biasanya terjadi pada kisaran suhu (18-28) C.


Faktor Penyebab

Gelombang wabah yang mencakup areal yang luas.


Cara Penularan

Metode penyebaran KHV bisa terjadi melalui kontak langsung dengan ikan yang terinfeksi KHV melaui media air, lumpur, maupun cairan dari ikan yang terinfeksi. Virus pertama kali akan menyerang kulit dan insang. Bergantung pada suhu air, ikan yang terkena virus bisa lemas dan mati atau bertahan dan menjadi agen pembawa virus (Petty dan Fraser 2005; St. Hilaire et al., 2005; Eide et al. 2011).


Masa Inkubasi

Masa inkubasi penyakit ini sangat dipengaruhi oleh temperatur, pada umumnya memakan waktu 2-3 hari


Gejala Klinis

  • Gejala khas penyakit KHV dapat dilihat dari kerusakan yang terjadi pada insang yang diawali dengan memucatnya warna insang dan selanjutnya terjadi kerusakan pada lembaran insang. Pada kasus serangan yang parah, insang akan mengalami pendarahan. Umumnya  terlihat kesulitan bernafas.
  • Gerakannya tidak terkontrol
  • Mata terlihat cekung
  • Nafsu makan menurun.
  • Produksi lendir berlebihan diikuti dengan munculnya luka seperti melepuh disekujur badan akibat infeksi bakteri.
  • Pendaran dari insang
  • Kerusakan tubuh bagian luar
  • Kematian singkat dalam waktu 2-3 hari dalam jumlah banyak.

Diagnosa Penyakit

  1. Pengalaman pada kasus sebelumnya
  2. Gejala Klinis
  3. Penelitian mikroscopis.
  4. Isolasi dan identifikasi penyebab.

Pengendalian dan Pengobatan

Hingga saat ini belum ada pengobatan untuk KHV. Tidak tersedia obat anti virus KHV ataupun anti virus lainya pada ikan budidaya. Hanya saja, pada penelitian yang pernah dilakukan Ronen et al. (2003), menunjukkan bahwa ikan koi akan dapat bertahan saat serangan wabah KHV jika suhu air ditingkatkan sampai 30 ° C.    Vaksin pun masih dalam taraf ujicoba dan belum ada vaksin yang efektif menyembuhkan penyakit ini.

Tindakan Pengendalian Wabah.

  1. Lokalisir kolam yang terserang wabah, tidak boleh ada kontaminasi langsung dengan kolam yang lain.
  2. Jika muncul luka/borok berikan antibiotik
  3. Waspadai Ikan yang selamat atau dapat sembuh kembali agar diperiksakan ke laboratorium untuk memastikan bahwa ikan sudah sembuh total, dalam banyak kasus ikan yang sehat kembali menjadi penyebab serangan berikutnya

Tindakan Pencegahan

  1. Jangan Memasukan ikan di kolam tampa proses karantina yang cukup.
  2. Pemberian Vitamin C dan bawang putih yang dicampur kedalam pakan.
  3. Jaga kebersihan kolam.
  4. Jaga parameter air.
  5. Gunakan Gemircidal UV pada sistem filter

Referensi

  • Noga, Edward J | 2010 | “Fish Desease-Diagnosis and Treatment” | US: Wiley-Blackwell 
  • Sharma, Madhuri;  et al | 2012 | “Overviews of the Treatment and Control Fish Deseases” | India: International Research Journal of Pharmacy
  • EissaAlaa Eldin | 2016 | “Clinical and Laboratory Manual of Fish Deseases” | Saarbrucken, Germany: LAP LAMBERT Academic Publishing 
  • Kálmán MolnárCsaba SzékelyMária Láng | 2019 | “FIELD GUIDE TO WARMWATER FISH DISEASES IN CENTRAL AND EASTERN EUROPE, THE CAUCASUS AND CENTRAL ASIA | Ankara: FOOD AND AGRICULTURE ORGANIZATION OF THE UNITED NATIONS 

Editor: Drajat, admin@koiart.net  | Created: 19/05/2018 | Last Update: 14/11/2021 |

Copyrights(C)koiart.net

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
WhatsApp us