Jl. Sutera Tiara 3 No.20, Alam Sutera, Tangerang, Banten 15143
08111009933 - 081959009933

Branchiomycosis


Deskripsi

Penyakit ini adalah infeksi jamur pada insang yang disebabkan oleh jamur Branchiomyces sanguinis dan Branchiomyces demigrans , menyebabkan kerusakan kronis pada insang yang menimbulkan kematian.


Agen Penyebab

Branchiomycosis disebabkan oleh jamur,

  1. Branchiomyces sanguinis: tumbuh di pembuluh darah insang, batang insang, filamen dan lembaran lamela insang.
  2. Branchiomyces demigrans: ditemukan pada bagian  parenchymal tissues insang

Faktor Penyebab

  1. Temperatur rendah dibawah 20 C namun tumbuh subur disuhu 25-30 C
  2. Kadar oksigen (DO) rendah dibawah 5 ppm
  3. PH rendah dibawah 6
  4. Kepadatan tinggi
  5. Kadar amonia tinggi lebih dari 5 ppm
  6. Alga/Plankton booming
  7. Banyak kotoran organik

Cara Penularan

Cara penularan melalui spora dengan perantaraan air, ketika memasuki dan menempel diinsang selanjutnya memproduksi hipha yang meresap kedalam organ insang yang ditempelinya.


Masa Inkubasi

Masa inkubasi penyakit ini sangat dipengaruhi oleh temperatur, pada umumnya memakan waktu 2-4 hari


Gejala Klinis

Ikan yang terinfeksi jamur ini akan menunjukan gejala seperti berikut

  • Gejala awal ikan terjangkit Branchiomyces sanguinis  akan akan menunjukkan gejala bernafas dengan tersengal-sengal.
  • Berkumpul bergerombol dibawah pancuran atau titik aerasi.
  • Ikan akan malas bergerak dan mudah ditangkap.
  • Insang tampak mengeras dipenuhi oleh jamur yang hampir serupa dengan tumpukan kotoran dan insang berwarna pucat

.

  • Pada tahap kronis banyak batang lamela yg patah

Mortalitas

Penyakit ini dapat menyebabkan kematian 30-50% ikan dikolam


Diagnosa Penyakit

  1. Pengalaman pada kasus sebelumnya
  2. Gejala Klinis
  3. Penelitian mikroscopis.
  4. Isolasi dan identifikasi penyebab.

Pengendalian dan Pengobatan

  1. Jika ada/dicurigai ikan terjangkit angkat untuk diperiksa jika ternyata bener terjangkit segera lakukan tindakan sterilisasi menggunakan desinfectan/antiseptik berupa perendaman menggunakan 20ml Formalin+Malachite Green selama 1 jam dan dilakukan selama minimal 3 hari berturutan.
  2. Ikan yang mati harus segera diangkat dan dikubur/dibakar secara harian.
  3. Beri aerasi yang cukup untuk membantu pernafasan.
  4. Harus dilakukan pengetatan pemindahan ikan, jangan sampai ikan terjangkit masuk kekolam yang sehat.

Pengobatan penyakit ini relatif sulit, kadang pemusnahan ikan terjangkit lebih baik daripada mengobatinya.   Jika akan dilakukan pengobatan bisa dilakukan dengan salah satu cara berikut,

  • Pemberian Malachite Green 0,1 mg/L untuk perendaman jangka panjang atau 0,3 mg/L untuk perendaman jangka pendek.
  • Perendaman selama 3 jam kedalam larutan yang berisi 0,3 ppm Malachite Green dan 0,5 ppm Methylene Blue dan 0,2 ppm Copper Sulphate, setelah itu kuras air dan ganti air dengan larutan Acrivlavine 1 gr per m3 air.     Lakukan selama 5 hari.
  • Untuk gejala awal bisa dilakukan perendaman kedalam larutan 3-5% garam ikan selama 5 menit.

Tindakan Pencegahan

Agar kolam bebas dari gangguan jamur ini maka disarankan melakukan tindakan sebagai berikut,

  • Jaga sanitasi kolam, rajin membersihkan chamber filter mekanis, kotoran yang menumpuk lama dapat menjadi sumber timbulnya jamur.
  • Lakukan pengukuran parameter secara reguler terutama jaga pH diatas 6,5
  • Jika kolam rawan serangan jamur ini berikan larutan methylene blue kedalam kolam sebanyak 1 grm per 5000 liter air setiap 14 hari atau sebulan sekali

Referensi

  1. Madhuri Sharma, A.B Shrivastav, Y.P Sahni, Govind Pandey | Overviews of the Treatment and Control of Common Diseases | International Research Journal of Pharmacy | 2012
  2. FAO Fisheries and Aquaculture Department | Cultured Aquatic Species Information Programme Cyprinus carpio (Linnaeus, 1758) | FAO United Nation |
  3. Riad H. Khalil, Talaat T. Saad, Talal A. M. Abo Selema, Hany M. R. Abdel-Latif | Branchiomyces Demigrans Infection in Farm‐Reared Common Carp (Cyprinus Carpio L.) and Nile Tilapia (Oreochromis Niloticus) at Different Localities in Egypt, With Special Emphasis to the Role of Environmental Stress Factors | Department of Poultry and Fish Diseases, Faculty of Veterinary Medicine, Alexandria University, Edfina, Egypt | 2015
  4. Patel AS, Patel SJ, Bariya AR, Pata BA and Ghodasara SN | Fungal Diseases of Fish: A Review | Open Access Journal of Veterinary Science & Research | 2018
  5. E. Strzyzewska, J. Szarek, I. Babinska | Morphologic evaluation of the gills as a tool in the diagnostics of pathological conditions in fish and pollution in the aquatic environment: a review | Faculty of Veterinary Medicine, University of Warmia and Mazury in Olsztyn, Poland | 2016
  6. Abbas Razzaq Abed, Aleem Mardas Khudhair and Ibtisam Mohammed Hussein |  In vitro Study of Topical Antiseptics Used to Treat Mycological Gill Rot Disease in Cyprinus carpio | Journal of Pure and Applied Microbiology | 2019

This post created by Drajat W. on 19/05/2018 updated on 09/05/2020  – Copyrights (c) 2017 Koi Art, All Rights Reserved

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
WhatsApp us