Jl. Flavio 1/10, Suvarna Sutera, Tangerang, Banten 15560
(081) 11-00-99-33

Kutu Jangkar (Anchor Worm)


Resiko Kematian

■■■■■■■■■■■■■■■ : Rendah


Deskripsi

Penyakit ini sangat banyak ditemukan, disebabkan oleh kutu Jangkar (Anchor Worm) yang bersifat parasit berukuran 3 – 12 mm dan dapat dilihat dengan mata telanjang.   Kutu ini memasukan racun yang mengakibatkan rusaknya sell inangnya yang mengakibatkan infeksi dan dapat memicu infeksi bakteri susulan. Kulit yang terinfeksi terlihat berwarna merah dan diselimuti lendir, pada kondisi infeksi yang parah terlihat seperti borok.   Harus diwaspadai kadang luka bekas gigitan dapat menyebabkan penyakit lain yang berbahaya seperti Aeromonas

Perlu diketahui bahwa semua obat kutu mengandung senyawa yang tergolong insectisida yang bila diberikan secara berlebihan bisa mengakibatkan overdosis dan menimbulkan gangguan pada sysraf motorik ikan yang bersifat sementara bahkan bisa permanen tergantung tingkat keracunannya.


Agen Penyebab

Lernaea  masuk dalam genus copepod crustacean umum disebut anchor worms atau kutu jarum


Faktor Penyebab

  • Populasi yang terlalu padat
  • Ikan baru yang tidak melalui karantina yang benar
  • Vektor pembawa seperti burung atau hewan lain.

Cara Penularan

Kontak langsung melalui air


Masa Inkubasi   


Gejala Klinis

Symtom Fisik

  • Bagian yang terinfeksi terlihat seperti spot-spot merah sekilas sama seperti white spot pada awalnya.
  • Produksi lendir yang berlebihan terutama pada bagian yang terinfeksi.
  • Muncul luka akibat bakteri karena infeksi yang parah.

Symtom Perilaku

  • Melakukan gerakan dan ekstrim dan sering melompat ke permukaan
  • Sering menggesekan badan ke dinding dan dasar kolam (Flashing)


Diagnosa Penyakit

Melalui pengamatan visual berdasarkan gejala klinis


Pengendalian dan Pengobatan

Lakukan pengobatan dengan menggunakan obat jenis organophosphate dengan perendaman selama 6-12 jam atau sesuai dengan petunjuk yang tertera pada kemasan

Pengobatan bisa dilakukan dengan salah satu cara dibawah ini

  • Gunakan pinset untuk mencabut kutu (jika hanya tampak 1-2 ekor saja), atau
  • Diflubenzuron dengan takaran 1 ppm,
  • Metrifonate dengan dengan takaran 0,2 – 0,5 ppm.
  • Dylox dengan takaran 5-10 ppm
  • Trichlorfon dengan dosis 0,2 – 0,5 ppm

Pengobatan bisa dilakukan di bak karantina jika hanya sedikit KOI yang terinfeksi, jika hampir seluruh kolam terjangkit kutu ini maka pengobatan dikolam lebih disarankan.


Tindakan Pencegahan

  • Jangan memasukan ikan baru tampa melalui proses karantina dengan menggunakan obat kutu
  • Lakukan pemberian obat kutu secara reguler 3 bulan sekali.
  • Pemberian Abate 1 gr per 1000 liter air stiap bulan dapat mencegah serangan kutu.

Rekomendasi Produk

 


Referensi

  • Noga, Edward J | 2010 | “Fish Desease-Diagnosis and Treatment” | US: Wiley-Blackwell 
  • Helen E. Roberts, DVM; Brian Palmeiro,VMD, DACVD; E. Scott Weber III,VMD, MSc | 2009 | “Bacterial and Parasitic Diseases of Pet Fish” | US: Elsevier Saunders 

Editor: Drajat, admin@koiart.net  | Created: 18/05/2018 | Last Update: 17/11/2021 |

Copyrights(C), koiart.net

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
WhatsApp us