Jl. Sutera Tiara 3 No.20, Alam Sutera, Tangerang, Banten 15143
08111009933 - 081959009933

Menjaga Parameter Air Kolam Tetap Baik

Dalam memelihara KOI kualitas air sangat penting untuk menjaga kelangsungan hidup ikan peliharaan kita karena 99% penyebab KOI terserang penyakit adalah buruknya kualitas air.  Banyak diantara kita hanya menjaga kualitas air secara visual saja alias dijaga kolam tetap jernih dan bening saja, padahal cara tersebut tidak sepenuhnya benar, karena air yang jernih belum tentu sehat.

Untuk menjaga kualitas air kita secara reguler dapat melakukan hal-hal sebagai berikut,

  1. Pertahankan populasi kolam jangan over populated yang dapat mengakibatkan turunnya kualitas air akibat sistem filtrasi kolam tidak mampu membersihkan kotoran ikan yang terlalu banyak.
  2. Jangan memberi makan berlebihan (Overfeeding) hal ini kan menurunkan kualitas air akibat sisa makanan dan kotoran yang merangsang peningkatan kadar Amonia.  Biasanya tampak visual pada air terlihat berwarna kekuningan dan pada pancuran air terlihat busa ini disebabkan karena banyaknya kandungan bahan organik yang terlarut didalam air.   Langkah penanggulangannya yaitu dengan mengganti sebagian air kolam.
  3. Ganti air sebagian secara periodik prinsipnya semakin sering kita mengganti air dengan volume sedikit lebih baik daripada mengganti air dengan volume besar tetapi frekuensinya lebih jarang
  4. Bersihkan filter secara berkala, seandainya kita menggunakan chamber filter maka chamber pertama harus lebih sering dibersihkan dibanding chamber kedua dan chamber kedua lebih sering dibersihkan dibanding chamber ketiga dan seterusnya (Jangan membersihkan chamber biologi jika tidak kotor sekali atau menyumbat)
  5. Jaga kadar oksigen terlarut (DO) cukup untuk memenuhi kebutuhan ikan dikolam, ciri-ciri ikan kekurangan oksigen adalah muncul dipermukaan dengan nafas megap-megap.    Penanggulangannya beri aerasi yang cukup besar atau kurangi populasi ikan dikolam.
  6. Jaga pH dikisaran 7,5, jangan terlalu rendah dan juga jangan terlalu tinggi, pH rendah berarti air cenderung asam yang dapat menimbulkan berbagai penyakit sebab kuman, bakteri dan jamur akan lebih cepat berkembang  pada kondisi air yang asam. pH yang terlalu  tinggi akan mempercepat perubahan Amonium (NH4) menjadi Amonia (NH3) yang bersifat racun.  Faktor utama yang menyebabkan perubahan nilai pH dikolam outdoor adalah curah hujan yang masuk kekolam sehingga sangat disarankan untuk secara periodik mengukur pH menggunakan pH meter atau kertas lakmus guna menjamin nilai pH masih dalam batas aman.  Jika dijumpai nilai pH drop dibawah 6 segera lakukan penggantian air sebagian sampai pH kembali normal.
  7. Ukur secara berkala dan jaga TDS (Total Disolved Solid) yaitu kandungan mineral terlarut di bawah 150 ppm, TDS sangat baik untuk perkembangan warna.   Namun TDS sangat tergantung dari air sumbernya jika air sumber memiliki TDS yang tinggi kita tidak perlu bersusah payah menurunkannya karena memerlukan effort dan biaya yang besar, kita cukup menjaga agar TDS tidak terlalu jauh dengan air sumber saja.    Jangan menggunakan garam dikolam dengan alasan untuk pengobatan ini akan meningkatkan TDS yang signifikan, jika ingin menggunakan garam untuk pengobatan lakukan dalam bak karantina.   Waspadai penurunan TDS secara signifikan bukan berarti kondisi air kolam membaik bisa jadi hal ini disebabkan masuknya air hujan yang memiliki TDS sangat rendah sekali tetapi memiliki pH yang berbahaya untuk ikan.
  8. Ukur secara berkala kadar Amonia (NH3), Nitrit (NO2) dan Nitrat (NO3) dengan menggunakan alat ukur yang tersedia dipasar dalam bentuk cairan.
  9. Kendalikan pertumbuhan lumut dikolam, lumut tidak berbahaya untuk ikan bahkan dapat membantu perkembangan warna disamping juga berfungsi sebagai pakan alami ikan namun dalam jumlah besar bisa menjadi bencana karena pada malam hari lumut akan menyerap banyak oksigen yang diperlukan ikan disamping itu lumut dapat mengakibatkan swing pH pada waktu siang dan malam hari.
  10. Hindari penggunaan obat langsung dikolam karena dapat mengakibatkan bakteri pengurai difilter ikut mati yang berakibat kualitas air menjadi buruk

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut diatas kita harus memiliki beberapa peralatan antara lain,

  1. pH meter
  2. TDS meter
  3. Temperatur
  4. NH3 tester
  5. NO2 terster
  6. NO3 (tidak mutlak karena tidak terlalu berbahaya)
  7. DO meter (tidak mutlak karena harganya cukup mahal)

*) untuk alat point 1 sampai point 3 saat ini sudah banyak alat digital dengan ketiga fungsi diatas dalam satu alat dengan harga yang cukup murah.

 

#koiart

10 Responses to “Menjaga Parameter Air Kolam Tetap Baik

  • Om, gimana caranya biar tds air kolam tidak terpaut jauh dengan tds air sumber?

    • Untuk memelihara TDS kita harus mengetahui dari mana nilai TDS itu didapat sesuai dengan uraian dibawah ini,
      TDS = GH + KH + Material organik terlarut.

      GH= General Hardnes = mengukur jumlah mineral terlarut seperti garam, Magnesium, Mangan dlsb
      KH= Karbonat Hardnes = Mengukur jumlah unsur karbonat (CO3) yang terlarut dalam air, misal: Sodium bikarbonat, Calcium Karbonat dlsb
      Organik Terlarut= Jumlah kotoran organik yang terlarut di air kolam

      Jadi untuk menjaga agar TDS air sumber tidak bertambah kita harus menghindari penambahan mineral, carbonat dan menjaga performa filter dengan baik agar tidak banyak material organik.
      Kejadian umum kenaikan TDS yang paling sering adalah penggunaan garam di kolam ini akan menaikan TDS air secara signifikan

  • dewa GENIS
    6 months ago

    pak, bagaimana menjaga tds agar tidak terlalu jauh antara air kolam dan air sumber

    • sudah diuraikan dibawah ini

      • fahrezal
        4 weeks ago

        Setelah hujan tds kolam saya menjadi 45.. apa saya perlu memberi garam untuk mengbalikan tds biar ikan tidak kaget ? Karena tds sumber di kisaran 300.. dan tds kolam sblm hujan di kisaran 250..

        • TDS sangat tergantung air sumber, Jika TDS air sumber kisaran 300 dan menjadi 45 sepertinya alat ukurnya yang bermasalah, karena TDS memiliki kecenderungan naik/turun yang tidak ekstreem.
          Pemberian garam untuk menaikan TDS sangat tidak disarankan karena kenaikannya tidak memiliki nilai tambah untuk ikan malah akan mengakibatkan ikan dehidrasi.
          Pengertian TDS adalah seperti berikut

          TDS = GH + KH + DOM

          GH= General hardness merupakan mineral terutama Calcium dan Magnesium yang terlarut didalam air, dibutuhkan ikan untuk proses metabolisme sel.
          KH= Karbonat Hardness menunjukan besarnya alkalinitas atau banyaknya unsur karbonat yang terlarut di air di air yang menjaga kestabilan PH air.
          DOM= Dissolved Organic Matter merupakan unsur organik yang berasal dari kotoran ikan yang terlarut didalam air.

          DOM kecenderungannya naik, sedang GH dan KH kecenderungannya turun namun jika kita rajin mengganti air nilai GH dan KH konstan.

          Jika ingin menaikan KH disarankan untuk menambah Oyster di filter untuk menaikan KH, atau menggunakan Sodium Bicarbonat (soda Kue) untuk menaikan KH, GH dan PH yang otomatis menaikan TDS juga akan naik.

    • rianthearcher
      4 months ago

      Kenapa garam tidak boleh diberi di kolam ? Dengar” ikan memerlukan kadar salinitas yg cukup untuk kehidupanx, dengan standard yg pas bukan air murni yg benar” tawar.

      • Yang dimaksud bukan air tawar dalam pengertian bukan aquades atau air murni om, air tawar sudah mengandung garam secara alamiah sebesar kurang dari 0,05% tidak perlu ditambah dengan garam lagi. Konsentrasi garam yang tinggi hanya akan mengakibatkan menurunnya kemampuan air melarutkan udara yang kita ketahui bersama ikan koi tergolong ikan yang cukup banyak membutuhkan oksigen.
        Ikan koi tergolong ikan air tawar (fresh water) bukan ikan air payau atau air laut yang kandungan garamnya diatas 2%.

  • Apa efek dari penambahan tfs kepada ikan pak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
WhatsApp us