Jl. Sutera Tiara 3 No.20, Alam Sutera, Tangerang, Banten 15143
08111009933 - 081959009933

Merencanakan Kolam KOI

Membuat kolam untuk memelihara KOI agak sedikit berbeda dengan membangun kolam untuk ikan hias lainnya, disamping estetika yang menjadi pertimbangan utama diperlukan juga aspek teknis yang sangat penting.  Persyaratan teknis diperlukan agar kondisi lingkungan hidup KOI terutama air mampu mendukung kehidupan KOI yang sehat, dalam beberapa kasus sering dijumpai kematian KOI yang misterius tampa kita tahu penyebabnya, hal ini yang membuat banyak orang berpendapat bahwa memelihara KOI itu sulit.

Untuk mendapatkan kolam yang memenuhi persyaratan teknis yang baik, berikut sedikit panduan untuk membuat kolam KOI,

 

LOKASI

Hal yang paling utama adalah penentuan lokasi di halaman rumah kita tempat kolam KOI yang akan dibangun dimana ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain,

  1. Kolam tidak boleh menerima kucuran hujan langsung dari atap apalagi ada  kucuran talang langsung diatasnya. Jika tidak ada alternatif lokasi lain maka hal tersebut dapat diatasi dengan membuat talang dan dialirkan ketempat lain, atau membuat atap tambahan diatasnya.   Pada prinsipnya kolam boleh menerima air hujan tapi tdak dalam jumlah yang banyak dan dalam tempo waktu yang lama karena air hujan bersifat asam ( PH sekitar 4-6) yang tidak mendukung kehidupan KOI.
  2. Lokasi kolam sebaiknya tidak terpapar cahaya matahari langsung lebih dari 4 jam, sebab beberapa warna KOI dapat pudar akibat UV, disamping itu dengan banyaknya sinar matahari yang masuk ganggang/lumut tumbuh subur dikolam yang mengurangi keindahan.  Hal ini bisa disiasati dengan pemasangan atap atau menanam pohon yang daunnya tidak mudah gugur.
  3. Lokasi kolam sebaiknya dekat dengan saluran pembuangan air kotor untuk memudahkan pengaliran air overflow atau pembuangan air pada waktu pengurasan kolam.
  4. Lokasi harus aman dari jangkauan predator seperti musang atau kucing.

 

DIMENSI KOLAM

Untuk merencanakan dimensi kolam mungkin ada baiknya kita merencanakan dahulu kira kira berapa jumlah dan ukuran panjang KOI yang akan kita pelihara nantinya.

Dimensi kolam dapat didisain dengan pendekatan empiris sbb,

  • Jumlah Ikan = [ P x L ] / [ Li x 150 ]
    • P = Panjang Kolam dalam cm
    • L = Lebar Kolam dalam cm
    • Li= Panjang ikan rata-rata dalam cm
  • Kedalaman kolam diambil minimum 2 kali panjang ikan (Li)

Sebagai batasan minimum dapat diambil

  • Panjang Kolam > 5 kali panjang badan
  • Lebar Kolam > 3 kali panjang badan
  • Kedalaman Kolam > 2 kali panjang badan

Apabila tempat untuk kolam ukurannya sudah ditetapkan sebelumnya maka nantinya kita tinggal menghitung berapa jumlah dan ukuran KOI yang akan kita masukan ke kolam (dihitung terbalik).

Perlu diperhatikan agar setiap sudut kolam dibuat lengkung guna mencegah KOI luka juga untuk menghindari daerah mati (dead zone) akibat tidak lancarnya arus air.   Disamping itu juga dibuat agar posisi inlet dan outlet (aliran masuk dan drain keluar kolam) dibuat berseberangan dengan tujuan agar seluruh air kolam dapat disirkulasi sempurna (tidak ada dead zone). Dasar kolam dibuat kemiringan minimal 3% antara inlet dan outlet  dimana posisi outlet tempat botom drain berada lebih rendah elevasinya guna mempermudah gerak kotoran padat dikolam masuk ke outlet  untuk selanjutnya diproses di filter.

 

SISTEM FILTRASI

Guna menjaga parameter air yang dapat menopang kehidupan KOI maka air kolam harus difilter (disaring) dari partikel kotoran dan zat-zat berbahaya yang bersifat racun bagi KOI.  Secara empiris dimensi kolam harus memiliki minimum sepertiga dari volume kolam, jadi misalkan volume kolam adalag 3 ton air atau 3 m3 maka kita harus menyiapkan ruang untuk sistem filtrasi sebesar 1 m3, sehingga kita harus mempunyai spare luasan untuk filter dihalaman kita.

Sistem filter yang ideal minimal harus terdiri dari 3 bagian atau chamber yang memiliki fungsi berbeda antara lain,

  • Chamber filter mekanis, yang berfungsi menyaring material padat, biasanya ditaruh dibagian depan.
  • Chamber filter biologi, yang berfungsi sebagai mengurai senyawa kimia yang tidak dapat disaring oleh filter mekanis misalnya zat amoniak yang dihasilkan dari kotoran ikan.  Prinsip kerja filter ini adalah mengurai zat yang bersifat racun seperti Amoniak menjadi Nitrit yang selanjutnya nitrit akan diurai menjadi nitrat yang tidak terlalu berbahaya untuk KOI.  Untuk mengurai zat berbahaya tersebut diperlukan bakteri pengurai yaitu bakter Nitrosomonas dan Nitrobacter.
  • Chamber filter Kimia, yang berfungsi untuk menghilangkan unsur logam yang tidak dapat terurai oleh filter biologi, disamping itu filter ini dapat difungsikan pula untuk menghilangkan bau dan sebagai PH buffer.

Sebagai contoh bisa dilihat gambar sederhana kolam KOI dengan layout yang dapat disesuaikan namun tidak melanggar kaidah-kaidah tersebut diatas.

Untuk detail desain dari sistem filter ini dapat anda lihat di artikel berikutnya.

 

#koiart

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
WhatsApp us